Kebangkitan Islam dan Akhir Zaman

Oleh: Russ Wise
14 April 2010
Sumber: www.christianinformation.org

Sebagai pengamat agama-agama dunia dan demografinya, saya melihat perkembangan Islam sebagai ancaman potensial terhadap status quo. Semakin nyata bahwa akan ada perubahan besar. Pertumbuhan Islam sendiri agak menggelisahkan, tapi kemunduran barat Kristen sama-sama tak menyenangkan.

Walaupun ini benar, kita lebih khawatir saat mulai mempertimbangkan konsekuensi spiritual dari perubahan ini. Mengingat persoalan akhir zaman, adalah penting bagi kita – sebagai pemeluk Kristen – untuk memperoleh pemahaman tentang hasil potensial yang menanti kita. Kita membantu diri kita dengan memperoleh pemahaman sebanyak mungkin menyangkut Hari Akhir dan implikasinya.

Perkembangan Islam adalah peristiwa yang terdokumentasi dengan baik selama beberapa tahun belakangan. Bagi pengamat sambil lalu sudah nyata bahwa Islam telah dan sedang mendapatkan tempat berpijak di seluruh dunia, kecuali jika sang pengamat tertidur di sebuah bintang jauh. Pertanyaan bagi orang-orang di luar tradisi Islam adalah: Bagaimana kebangkitan semacam itu akan mempengaruhi saya dan orang-orang yang saya cintai?

Ini tentu saja merupakan pertanyaan wajar mengingat proyeksi pertumbuhan memprediksikan bahwa pemeluk Islam akan melebihi pemeluk Kristen dalam 20 sampai 30 tahun ke depan. Menurut beberapa laporan, Islam sedang tumbuh dengan laju empat kali lebih cepat dibanding Kristen. Pertumbuhan ini terjadi melalui dakwah Islam dan angka kelahiran yang tinggi di masyarakat Muslim.

Peningkatan populasi Muslim secara global ini sejalan dengan semangat dakwah mereka. Namun, aspek mengejutkan dari pertumbuhan ini datang melalui peristiwa yang tak disangka-sangka—runtuhnya Twin Towers di New York City pada 11 September 2001.

Tak lama setelah 11 September, New York Times menerbitkan sebuah artikel yang mengidentifikasi beberapa alasan pertumbuhan ini. New York Times menyatakan bahwa “6 juta penganut (bermukim) di AS” dan bahwa “Islam merupakan agama paling cepat tumbuh di AS, didorong oleh imigrasi, angka kelahiran tinggi, dan perpindahan agama yang luas”. Artikel itu berlanjut dengan menyatakan bahwa “beberapa pendeta mengatakan angka perpindahan agama meningkat empat kali lipat sejak 11 September… Mayoritas mualaf adalah warga Afrika-Amerika, yang menyusun sekitar sepertiga Muslim di AS”. Beberapa laporan mengindikasikan bahwa angka perpindahan agama di AS utamanya terdiri dari orang-orang yang dulunya menyatakan Kristen sebagai keyakinan awal mereka”. Dengan kata lain, setiap tahun 60.000 orang yang sebelumnya menganggap diri sebagai Nasrani memeluk Islam sebagai keyakinan baru mereka – atau 80% dibesarkan dalam tradisi Kristen. Layak pula untuk dicatat bahwa 85% mualaf Amerika adalah warga Afrika-Amerika yang pernah menjadi anggota Black Church. Fenomena di komunitas kulit hitam ini menyebabkan beberapa pihak melihat adanya penataan ulang kota inti – penataan yang puncaknya akan menimbulkan Islamisasi pusat-pusat perkotaan Amerika.

Kita telah melihat trend ini di seluruh Eropa. Islam perlahan-lahan telah menguasai kota-kota besar Eropa melalui imigrasi dan angka kelahiran. Imigrasi memainkan peran besar di Eropa sebab Jerman, Spanyol, Belanda, Prancis, dan lainnya tak mampu atau tak mau memelihara angka reproduksi yang substansial di negara mereka. Karenanya, mereka terpaksa mengandalkan imigrasi untuk menopang perekonomian mereka. Mereka kini mulai melihat dampak relijius dari pilihan awal mereka. Di Amerika, kita menghadapi skenario serupa dengan penerapan keluarga berencana sehingga menimbulkan situasi di mana populasi kita cuma sedikit di atas tingkat penggantian (replacement level). Seandainya kita tidak menjalani keluarga berencana, kita akan mengalami pertumbuhan populasi lebih kuat dan mungkin perekonomian yang lebih sehat. Menurut para ahli demografi “Anda memerlukan angka kesuburan total 2,1 kelahiran hidup per wanita” untuk menopang populasi pada level sekarang. “Itulah angka Amerika: 2,1, kurang lebih. Kanada berangka 1,48…dan Eropa secara keseluruhan berangka 1,38”. Wajar saja angka kelahiran serendah itu akan menghasilkan hal tak terelakkan – kepunahan.

Informasi ini sangat vital dalam memahami masa depan kita. Kemunduran Barat – secara demografis maupun spiritual – dan pertumbuhan eksponensial agama dan populasi Muslim menaruh dua kekuatan berlawanan ini dalam benturan hebat.

Advertisements

One thought on “Kebangkitan Islam dan Akhir Zaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s