Oleh: D. Pulliam
14 Januari 2006
Sumber: www.getreligion.org

Edisi Washington Post pagi ini memuat sebuah contoh yang saya yakin harus semakin banyak dimuat dalam suratkabar-suratkabar Amerika. Karl Vick dari Layanan Luar Negeri Washington Post menguraikan dalam artikel A1 sebuah wacana hangat dan mutakhir di masyarakat Muslim mengenai membengkaknya dukungan kembalinya kekhalifahan untuk mempersatukan pemeluk Islam.

Seberapa sering warga Amerika mendengar istilah seperti kekhalifahan atau khalifah dan nama seperti Ataturk atau Hizbut Tahrir? Kita terbiasa dengan istilah sederhana seperti radikal dan ekstrimis yang tidak ada hubungan erat dalam menjelaskan latar belakang sejarah dan agama seputar aksi militer AS baru-baru ini di Timur Tengah. Ini sebagian disebabkan oleh pemimpin negara, dan juga jurnalis dan organisasi tempatnya bekerja.

Berikut adalah yang saya maksud:

“Tapi kekhalifahan juga dijunjung tinggi oleh banyak Muslim biasa. Bagi sebagian besar, kebangkitannya bukanlah urusan urgen. Poling pendapat publik menunjukkan isu-isu dekat seperti konflik Israel-Palestina dan diskriminasi sebagai isu yang lebih mendesak. Tapi Muslim menganggap diri mereka sebagai bagian dari ummat, atau masyarakat mu’min, yang merupakan jantung Islam. Dan sebagai kepala duniawi masyarakat tersebut, khalifah dihargai sebagai kenangan dan cita-cita, demikian menurut beberapa wawancara.

Gudang penghormatan tersebut melambangkan resiko bagi pemerintahan Bush sebab dia membahas sebuah wacana yang diperhatikan secara cermat oleh populasi Islam global yang diperkirakan berjumlah 1,2 miliar orang. Sudah banyak survey menunjukkan bahwa sejak invasi AS terhadap Afghanistan dan Irak, Muslim hampir secara universal melihat perang melawan terorisme sebagai perang terhadap Islam.

‘Mengapa Anda terus menyerbu negara-negara Muslim?’ tanya Kerem Acar, seorang penjahit di pusat Istanbul. ‘Saya tidak akan menyaksikannya, begitupun anak saya, tapi suatu hari nanti mungkin cucu-cucu saya akan menyaksikan seseorang mendeklarasikan diri sebagai khalifah, seperti paus, dan memberi suatu dampak.’”

Untuk tujuan berita, artikel tersebut fokus pada “faktor bagaimana jika”. Headline-nya – Reunified Islam: Unlikely but Not Entirely Radical – tidak meyakinkan dan tidak menggambarkan sifat artikel yang sesungguhnya dengan baik, tapi saya tidak boleh mengeluh sebab saya di bawah rata-rata penulis headline, dan headline yang lebih cocok seperti History of Why Muslims are not United tidak akan menarik banyak bola mata.

Tmatt sudah berbulan-bulan meminta suratkabar-suratkabar untuk mengerjakan artikel latar belakang semacam ini – majalah cenderung sedikit lebih baik – dan meski artikel ini merupakan langkah bagus dengan arah yang benar, ia dibatasi oleh fokusnya yang sempit. Barangkali serangkaian artikel dibatasi pada poin ini? Dengan peristiwa-peristiwa politik penting yang sedang berlangsung di Irak, Iran, dan Afghanistan bulan ini, warga Amerika akan terbantu untuk mengetahui latar belakang sejarah dan signfikansi peristiwa tersebut.

Paragraf terakhir artikel Washington Post itu menunjuk ke masa depan dan patut diikuti secara lebih jauh:

“’Bush mengatakan bahwa mereka akan mendirikan sebuah kekhalifahan [yang membentang] mulai dari Spanyol sampai Indonesia,’ kata Abdullatif, juru bicara kelompok tersebut di Kopenhagen. ‘Pendirian kekhalifahan akan terjadi oleh orang-orang yang bekerja keras.’ Dia berkata bahwa anggota Hizbut Tahrir di Irak sedang bekerja untuk membujuk pembentukan front bersatu bersama kelompok pemberontak.

Saat pertemuan Hizbut Tahrir di Kopenhagen mengambil jeda untuk shalat malam, Muziz Abdullah, penduduk asli Libanon yang ramah, meninjau aula dengan ruang berdiri saja, sebagaimana sebelumnya. ‘Sepuluh tahun lalu, saat saya memulai, sama sekali tidak realistis untuk berpikir bahwa kekhalifahan bisa berdiri,’ katanya. ‘Tapi kini, orang-orang percaya itu bisa terjadi dalam beberapa tahun lagi.’”

Mungkinkah ada sebuah kekhalifahan yang mewakili Muslim mulai dari Spanyol sampai Indonesia dalam beberapa tahun ke depan? Jika sampai terjadi, itu akan menjadi peristiwa paling signifikan di abad ini. Ini tentu adalah sesuatu yang layak diikuti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s