Membangkitkan Kembali Raksasa yang Tertidur

Oleh: Awam Ilmuwan (BKLDK Unnes)
Selasa, 8 Maret 2011
Sumber: www.dakwahkampus.com

Islam adalah agama yang dipeluk sekitar 90% penduduk Indonesia sebagai jalan hidup yang diturunkan Allah kepada Muhammad untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri dan dengan manusia yang lain.

Di tengah kaum yang ummi, Al Quran diturunkan. Dorongan memahamkan Islam ke berbagai bangsa serta keinginan menguasai sains dan teknologi dunia menjadikan cendekiawan muslim mempelajari beragam bahasa. Islam menjadi berpengaruh kuat bagi bangsa-bangsa non-Arab untuk semakin dalam memahami dan menggali khazanah hukum Islam.

Upaya menjadikan Khilafah Islamiyyah sebagai adidaya dunia telah dirintis Rasulullah dan dilanjutkan oleh para khalifah penerus Beliau. Rasulullah mengirimkan para sahabat untuk mempelajari teknologi peralatan perang Persia. Bom-bom mesiu dalam tembikar yang dilontarkan dengan ketapel dalam perang salib. Dan kota Konstantinopel berhasil dibebaskan dengan dukungan meriam super berdiameter 762 mm.

Kekuasaan Islam yang membentang dari Papua hingga Andalusia tidak menjadikannya diktator mayoritas, cendekiawan non-muslim H.G Wells dalam bukunya, The Outline of History, menyatakan, “Islam telah berhasil menciptakan suatu masyarakat yang bebas dari kekejaman dan penindasan sosial daripada masyarakat-masyarakat yang pernah ada sebelumnya di dunia”. Hal ini dijelaskan Sir Thomas Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam bahwa penerapan hukum Islam menjamin kebebasan memeluk agama, kelonggaran dalam wajib militer, dan pembayaran jizyah (pungutan) yang ringan.

Sistem pendidikan Islam yang diterapkan dengan motivasi spiritual, kemudahan akses pendidikan, penggajian yang baik, juga insentif luar biasa terhadap karya-karya intelektual menjadikan Khilafah Islamiyyah sebagai negara rujukan yang melahirkan karya-karya monumental. Diantaranya Ibnu Haytsam, 600 tahun lebih awal daripada Rene Descartes dalam membangun tradisi metode ilmiah yang dimulai dari pengamatan empiris, perumusan masalah, formulasi hipotesis, eksperimen, analisis, interpretasi data dan formulasi kesimpulan dengan publikasi yang telah dinilai oleh peer-review.

Perhitungan waris menginspirasi Al Khawarizmi melahirkan dasar aljabar dalam kitab Al Jabar wal Muqobalah. Phillip K. Hitti dalam History of the Arabs, Ibnu Firnas sebagai manusia pertama yang secara ilmiah mencoba terbang atau seribu tahun sebelum Oliver dan Wilbur Wright. Dan masih banyak lagi di bidang persandian, kimia, konversi energi, dll.

Kini, dunia Islam telah kehilangan ruhnya, tercerai berai dan tertinggal dengan negara-negara lainnya. Dunia Islam membutuhkan sinergi antara cendekiawan muslim dengan berbagai komponen kaum muslim yang lain. Cendekiawan muslim harus bekerja dengan motivasi spiritual, melakukan perubahan rasional yang berjalan di atas jalan Kenabian sehingga mampu mambangkitkan kembali raksasa yang telah tertidur panjang sejak 3 Maret 1924 silam, untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Adakah seorang dari kita yang memiliki azzam untuk mengembalikan kejayaannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s