Oleh: Yogie Respati
Sumber: Republika, Jumat 22 Januari 2010, hal. 20

Birmingham dipersiapkan menjadi pusat keuangan dan bisnis syariah di Inggris. Pusat keuangan dan bisnis syariah ini diklaim sebagai yang pertama di Eropa. Pemerintah Inggris berambisi menjadikan negaranya sebagai pintu gerbang Eropa menuju keuangan syariah global.

Perkembangan dunia perbankan syariah datang dari nun jauh di Eropa sana, Inggris. Negeri ini memperlengkap infrastruktur untuk memantapkan diri sebagai pusat keuangan syariah global.

Aston Business School – bagian dari Aston University – berlokasi di Birmingham, Inggris. Sekolah bisnis ini pada 12 Januari lalu meluncurkan pusat keuangan syariah yang diklaim sebagai yang pertama di Eropa. Pusat itu dikembangkan berkat dukungan dan sebesar 1,5 juta poundsterling dari Surgi-Tech yang berbasis di Dubai.

Pendirian pusat bisnis syariah itu sendiri bertujuan menjadikan Birmingham sebagai pusat keuangan Islam di Inggris. Pusat itu terutama untuk mengembangkan keualifikasi dan penelitian di ranah keuangan Islam.

Pusat keuangan syariah ini diberi nama sesuai dengan nama Chief Executive Officer Surgi-Tech, El Shaarani Centre. Mereka akan mengembangkan kualifikasi keuangan Islam pada 2010, seperti program S1, S2, program doktor, dan eksekutif. El Shaarani Centre juga menyediakan layanan konsultasi bagi pemerintah dan sektor komersial.

El Shaarani meyakini, pendirian pusat keuangan syariah tersebut akan menghasilkan perangkat keuangan syariah baru yang mampu menarik investasi asing lebih besar ke wilayah Midlands.

“Kami merasa terhormat dapat bekerjasama dengan Aston University untuk membantu menelusuri peran keuangan Islam di sistem keuangan global masa depan, dan kami akan terus melanjutkan kerjasama ini dengan Aston University,” kata El Shaarani, yang dikutip laman Consultant-news, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Direktur Pusat Keuangan dan Bisnis Islam di Aston University, Omneya Abdelsalam, mengatakan dengan terbentuknya El Shaarani Centre tersebut bisa menarik minat pada keuangan Islam.

“Melalui El Shaarani Centre ini kami akan mendidik generasi selanjutnya menjadi para ekonom Islam dan direktur bisnis baik nasional maupun internasional,” kata Abdelsalam.

Dia menambahkan, penelitian dari El Shaarani Centre membuatnya dapat menginvestigasi bagaimana lembaga keuangan utama dapat belajar dari praktik keuangan Islam dalam rangka pemulihan dan pencegahan dari krisis ekonomi global. Runtuhnya sistem konvensional membuat bisnis kini mulai berpaling pada pendekatan keuangan Islam yang lebih konservatif.

Bersemi di Eropa

Perekonomian global memang didera krisis. Namun, ada satu area perbankan yang disebut harian Guardian, “masih berkembang pesat”. Itulah keuangan syariah. Permintaan yang meningkat ini rupanya memang langsung ditanggapi lembaga pendidikan Inggris.

Pada September 2009 lalu, lembaga jurusan ekonomi syariah bermunculan di seantero Inggris dan Eropa. Semua ini agaknya mencerminkan bahwa perbankan syariah menjadi sektor dengan pertumbuhan paling cepat dalam industri perbankan global. Pertumbuhannya mencetat angka 15 hingga 20 persen dalam setahun. Asetnya di Inggris kini mencapai 1 triliun dolar AS.

Hingga kini, Inggris menempati urutan pertama yang memiliki pendidikan jurusan keuangan Islam. Untuk Inggris, tingginya minat pada sektor syariah juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjadikan negara mereka sebagai pusat keuangan syariah. Bahkan pada Desember 2008, Departemen Keuangan Inggris mengeluarkan cetak biru. Isinya, negeri ini juga berambisi menjadi “pintu gerbang Eropa untuk keuangan syariah global”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s