Oleh: Yogie Respati
Sumber: Republika, Kamis 3 Desember 2009, hal. 17

Sekurangnya 16 sukuk terdaftar di Bursa Efek Luksemburg.

Banyak negara di Eropa menyiapkan dirinya menjadi pusat keuangan syariah. Luksemburg pun dinilai dapat menjadi salah satu negara potensial di Eropa yang dapat menjadi hub keuangan syariah.

Pricewater Cooper (PWC) Luksemburg dalam suatu laporannya mengatakan, keuangan syariah adalah ceruk bisnis penting bagi negara dengan luas 2.586 kilometer persegi ini. Pasalnya, ada sekitar 16 sukuk saat ini terdaftar di Bursa Efek Luksemburg. Sebagai contoh, sukuk Petronas senilai 1,5 miliar dolar AS yang diterbitkan pada Agustus 2009 terdaftar di Luksemburg. Selain itu juga terdapat 31 dana investasi syariah, terutama ekuitas global dan dana real estate yang terdaftar di negara yang tak memiliki wilayah laut ini.

Dalam laporannya, PWC menekankan target reksadana syariah Luksemburg di masa mendatang seharusnya adalah investor Eropa. Meski tak dapat dielakkan harus ada edukasi terlebih dahulu mengenai produk keuangan syariah untuk dapat menarik investor tersebut. Di Eropa, setidaknya tercatat terdapat 20-25 juta jiwa umat Islam.

Para regulator di Luksemburg memang belum pernah mendekati negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Malaysia untuk dapat bekerjasama di bidang keuangan Islam. Hal ini berbeda dengan regulator di Inggris, Irlandia, dan Prancis yang terus mempromosikan negaranya sebagai pusat keuangan syariah dan menjalin kerjasama dengan sejumlah negara Islam.

Namun pada awal 2009 lalu, Deutsche Bank bekerjasama dengan Luxembourg Financial Group AG yang berperan sebagai manajer investasi. Deutsche Bank memang meluncurkan platform syariah bernama Al Mi’yar untuk memfasilitasi sekuritas syariah.

Di sisi lain, PWC juga mengusulkan Luksemburg hendaknya meningkatkan industri perbankan swastanya. Ini terkait dengan potensi menjual produk-produk keuangan syariah.

Gubernur Bank Sentral Luksemburg, Yves Mersch, mengatakan, walau terjadi krisis ekonomi global, para praktisi keuangan syariah di Luksemburg tetap optimis bahwa industri non-ribawi ini akan tetap tumbuh stabil. Dia melihat minat investor yang mulai tumbuh terhadap produk keuangan yang beretika. Namun, ada sejumlah tantangan.

“Sejumlah peraturan harus diubah, agar ada kepastian hukum dan perlunya harmonisasi peraturan yang sudah ada,” kata Mersch.

Menurut Mersch, sangat penting untuk memastikan bahwa prinsip keuangan syariah dapat mengakomodasi produk-produk inovatif yang akan membuat keuangan syariah berintegrasi dengan sistem keuangan internasional. Dia pun menuturkan sejumlah pelaku pasar di Luksemburg telah menyatakan keinginan adanya standar resmi akuntansi dan produk keuangan syariah.

“Otoritas kami telah melihat produk keuangan syariah inovatif dan adaptif bagi lanskap keuangan,” ujar Mersch.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s