Oleh: Agung Sasongko
Sumber: Republika, Selasa 13 September 2011, hal. 12

Populasi Muslim di negara bagian Idaho, AS, tumbuh pesat. Begitu pula di Phoenix, ibukota sekaligus kota terbesar di negara bagian Arizona, AS.

Di Idaho, pertumbuhan yang pesat itu membuat masjid setempat tak lagi mampu menampung jamaah. Maklum saja, masjid yang berlokasi di dekat pusat Kota Pocatello itu masih berupa rumah berkapasitas tak lebih dari 100 orang. Karena itu, pemimpin komunitas Muslim Idaho kini berusaha mencari dana sekitar 200 ribu dolar AS guna mendirikan tempat ibadah yang representatif dan mampu menampung jamaah sekitar 300 orang.

Tapi, rupanya, itu bukan perkara gampang. Mereka kesulitan mendapatkan bantuan dana yang dibutuhkan. Seperti dilaporkan Idaho State Journal, pekan lalu, pasca serangan 11 September 2001, Pemerintah AS menerapkan pengawasan ketat terhadap arus masuk modal asing. Hal ini mengakibatkan sulitnya pihak-pihak tertentu di AS mendapatkan bantuan dari luar negeri.

“Ini menjadi kerumitan tersendiri,” kata Ebraheem Gibbons, pemimpin Komunitas Muslim Pocatello. Aturan itu, kata dia, menyebabkan organisasi kemanusiaan Islam asal Timur Tengah tak dapat mengirim bantuan kepada Muslim AS, padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan. Alhasil, hanya Nationwide, organisasi amal Islam yang telah mendapatkan sertifikasi dari Better Business Bureau, dan Advokat Muslim yang membantu komunitas Muslim Idaho.

Gibbons mengatakan, lebih dari 150 orang saat ini menggunakan fasilitas masjid di Pocatello, Idaho. “Saat shalat Jumat, kami terpaksa membagi menjadi dua gelombang sehingga dapat menampung orang,” kata Gibbons. “Tahun lalu, kami terpaksa shalat di luar. Cuaca sangat dingin. Tentu kami tak ingin jamaah menderita,” sambungnya.

Kesulitan Muslim Idaho mengundang simpati berbagai pihak. Pada acara penggalangan dana yang digelar Asosiasi Mahasiswa Muslim, Idaho State University, dan Komunitas Muslim Selatan Idaho yang belum lama berselang, hadir sejumlah pejabat lokal, seperti Ketua Serikat Pekerja Idaho Athgur Vailas, Walikota Chubbuck Steven England, dan Ketua Dewan Kota Pocatello Steve Brown. Para pejabat lokal tersebut umumnya mendukung pembangunan masjid di Idaho.

Pertumbuhan populasi Muslim juga terlihat di Phoenix. Seperti dikatakan Marwan Ahmed, penerbit koran komunitas Muslim yang berbasis di Arizona, jumlah populasi Muslim di kawasan itu selama satu dekade terakhir mencapai lebih dari 120 ribu orang. Pertumbuhan itu, kata dia, disebabkan beberapa hal.

Pertama, sebagian warga Phoenix merupakan imigran yang datang untuk bekerja atau berbisnis. “Dari imigran yang berbisnis, sekitar 1.200 merupakan pebisnis Muslim,” kata Ahmed.

Kedua, satu dekade lalu, hanya lima atau enam masjid yang ada di kota ini. Namun, dalam satu dekade terakhir, jumlah itu membengkak menjadi 19 masjid. “Tampaknya, kontroversi terkait tragedi 11 September berperan dalam meningkatkan populasi Muslim.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s