Paris Segera Miliki Islamic Center

Oleh: Wachidah Handasah
Sumber: Republika, Rabu 28 September 2011, hal. 9

Sebuah Islamic Center bakal dibangun di Paris. Kabar yang menumbuhkan optimisme bagi komunitas Muslim itu disampaikan oleh pejabat pemerintah Kota Paris, Senin (26/9).

Seperti dikatakan Renaud Vedel, nama pejabat itu, Islami Center akan dibangun dengan dana patungan dari komunitas Muslim dan masyarakat umum (publik). “Dana publik digunakan untuk membiayai fasilitas budaya dalam Islamic Center itu. Sedangkan, komunitas Muslim membiayai fasilitas keagamaan seperti masjid.

Pemerintah Prancis berharap, pembangunan Islamic Center bisa mengatasi dua masalah penting terkait komunitas Muslim, yakni kelangkaan masjid di Paris serta aturan baru yang melarang komunitas Muslim menyelenggarakan shalat Jumat di jalanan. Karena larangan itu, untuk sementara kaum Muslim diimbau beribadah di sebuah tempat yang tidak biasa, yakni aula di gedung bekas markas pemadam kebakaran di utara Paris.

Selama ini, karena tiadanya masjid yang memadai di Paris, shalat Jumat selalu digelar hingga jamaah meluber ke jalanan dan trotoar. Namun, praktik seperti itu telah secara resmi dilarang. Solusinya adalah bekas gedung pemadam kebakaran tua di utara Paris itu.

Oummou Savanneh, muslim Prancis yang berasal dari Guinea-Bissau, cukup senang dengan solusi sementara ini. Menurutnya, bekas markas pemadam kebakaran jauh lebih baik ketimbang masjid setempat yang kondisi dan luasnya kurang memadai. “Sekarang ada banyak ruang juga ada toilet untuk jamaah,” katanya seperti dikutip voa.com.

Muslim lainnya yang berdarah Aljazair, Sayid Rahmani, juga merasa senang. “Pemerintah Prancis sekarang mulai mengerti bahwa tidak sepantasnya umat Islam shalat di jalan.”

Salah satu tokoh Muslim Prancis, Moussa Diakite, berharap ribuan Muslim akan memanfaatkan fasilitas ini untuk beribadah. “Terlalu dini untuk mengatakan apakah tempat ini akan berfungsi dengan baik sesuai harapan pemerintah. Sebab, tempat ini hanya solusi sementara,” kata Diakite yang bersama ulama lain bergantian memimpin shalat Jumat di tempat ini. Ia juga menjadi ketua pengurus Masjid Polonceau yang berada tak jauh dari tempat tersebut.

Muslim Prancis yang kebanyakan merupakan imigran dari sub-Sahara Afrika itu telah lama mengeluhkan masalah pembangunan masjid baru. Penyebabnya, selain kurangnya dana, adalah sulitnya memperoleh izin dari pemerintah untuk mendirikan masjid.

Bruno Gollnisch, anggota senior partai sayap kanan Front Nasional, menanggapi dengan sinis keinginan Muslim akan hadirnya masjid yang memadai di Paris. Asal tahu saja, Front Nasional memang ‘menjual’ sentimen anti-Islam untuk mendulang perhatian dari masyarakat Prancis.

Menurut Gollnisch, solusi untuk komunitas Muslim bukanlah dengan membangun masjid baru. “Tapi mengembalikan para imigran Muslim itu ke negara asalnya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s