Oleh: Sefti Oktarianisa
Sumber: Republika, Selasa 13 September 2011, hal. 15

Kenya berencana mengembangkan bisnis asuransi syariah yang selama ini didominasi konvensional. Regulator asuransi atau insurance regulatory authority (IRA) di negara tersebut mengaku, permintaan layanan syariah yang tajam pada bisnis asuransi 10 tahun terakhir membuat pihaknya tak bisa mengelak lagi untuk memulai industri di negara Afrika itu.

“Jumlah yang bertanya tentang ini naik terus,” ujar Chief Executive Officer (CEO) IRA Sammy Makove seperti dilansir The Islamic Globe, Ahad (11/9).

Hal ini membuat IRA akhirnya membuka diskusi dengan sejumlah perusahaan asuransi untuk melihat potensi bisnis. Ia mengatakan, sedikit sulit untuk IRA dalam memberikan keputusan perizinan secara langsung untuk pendirian asuransi syariah.

Untuk internal IRA, pelatihan staf bakal dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang produk asuransi syariah. “Kami harus siap dan memiliki keterampilan yang memadai untuk mengatur lini bisnis baru ini,” katanya.

Sammy mengungkapkan, IRA memberi masukan pada perusahaan asuransi konvensional untuk langsung mendirikan perusahaan asuransi syariah sendiri, bukan sebagai unit. Merujuk pada negeri jiran Malaysia, nasabah lebih menyukai perusahaan asuransi yang tidak memiliki lampiran konvensional.

Keterampilan tentang asuransi syariah [yang] diperoleh para staf IRA juga akan digunakan untuk membantu negara-negara Afrika Timur lainnya menyiapkan departemen asuransi syariah dalam regulasi. “Kami telah menandatangani kesepakatan dengan semua Komunitas Afrika Timur (EAC) tentang kerjasama mengenai asuransi syariah,” katanya.

Sementara itu, Afrika Selatan juga menunjukkan geliat dalam pembangunan asuransi syariah. Absa Group, bank ritel terbesar Afrika Selatan yang sahamnya dimiliki bank asal Inggris Britian’s Barclays, membeli satu-satunya perusahaan asuransi syariah di Afrika Selatan. Absa Group membeli Takafol South Africa guna mengembangkan bisnis perusahaan tersebut ke depan.

Menurut Direktur Takafol South Africa, Uwaiz Jassat, Absa berambisi menguasai pasar asuransi syariah di Benua Afrika. “Dengan integrasi ini, Takafol South Africa akan berada pada posisi yang lebih baik untuk memainkan pesan signifikan pada ekonomi dan pembangunan sosial,” katanya seperti dilansir media Business Live, akhir pekan lalu.

Komentar serupa dikatakan Direktur Absa untuk bisnis asuransi, Edwyn O’Neill. Ia mengaku, ini komitmen perusahaan tersebut untuk melayani masyarakat, terutama dengan produk syariah.

Takafol South Africa mencatat premi sekitar 149 juta dolar AS. Secara global, asuransi syariah hanya tumbuh satu persen dari total keseluruhan bisnis asuransi dunia. Namun, bisnis ini tumbuh relatif cepat di negara seperti Indonesia dan Malaysia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s