Hongkong Mantap Jadi Pusat Keuangan Syariah

Sumber: Republika, Kamis 1 Oktober 2009, hal. 17

HKMA dan Bank Negara sepakat memperkuat kerjasama.

Hongkong – Langkah Hongkong untuk menjadi pusat keuangan syariah kian mantap. Baru-baru ini otoritas moneter wilayah eks koloni Britania Raya ini, Hongkong Monetary Authority (HKMA) dan Bank Negara Malaysia menandatangani nota kesepahaman dalam kerjasama pengembangan industri layanan keuangan, terutama di sektor keuangan Islam.

Sebagai langkah kerjasama strategis jangka panjang, kedua pihak menyetujui memperkuat kerjasama di sejumlah area, termasuk pengembangan sumber daya manusia. Selain itu adalah memfasilitasi dan mempromosikan pengembangan infrastruktur pasar keuangan yang efektif melalui pertukaran informasi dan pengalaman, terutama pengembangan wacana peraturan keuangan syariah.

Chief Executive HKMA, Joseph Yam, mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman menandakan era baru kerjasama antara HKMA dan Bank Negara. “Nota kesepahaman ini menunjukkan komitmen kami untuk mengembangkan industri keuangan syariah dan merintis langkah kerjasama yang saling menguntungkan baik bagi Malaysia dan Hongkong,” kata Yam, sebagaimana dimuat kantor berita Bernama, Selasa (29/9).

Pemerintah Hongkong meyakini dengan menjadi pusat keuangan syariah khususnya instrumen pasar modal dan investasi akan semakin membuat penawaran layanan keuangan Hongkong semakin beragam. Hongkong adalah pusat keuangan terbesar ketiga di dunia setelah New York dan London. Saat ini Hongkong pun melihat dirinya sebagai pintu masuk keuangan syariah bagi China daratan, Taiwan, Korea, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Gubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz, pun menyambut baik kerjasama dengan Hongkong.

“Perluasan kerjasama di area keuangan syariah akan menyediakan peluang untuk peningkatan arus ekonomi dan keuangan antara Hongkong dan Malaysia,” ujar Zeti.

HKMA adalah otoritas pemerintah Hongkong yang bertanggungjawab menjaga stabilitas moneter dan perbankan dan mengembangkan infrastruktur keuangan Hongkong. Sementara Bank Negara adalah bank sentral Malaysia yang merupakan regulator dan pengawas industri keuangan dan perbankan di Malaysia, termasuk bank syariah dan asuransi syariah.

Sebagaimana dikutip zawya, pemerintah Hongkong pun tak mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan industri keuangan demi memperluas jaringan bisnis internasional, maupun meluncurkan produk syariah seperti indeks, sukuk, atau unit usaha syariah.

“Kami terus meningkatkan infrastruktur pasar dan profil platform keuangan syariah. Respon pasar saat ini sangat baik,” kata Sekretaris keuangan Hongkong, KC Chan.

Kegigihan Hongkong terhadap pengembangan keuangan syariah membuat Islamic Development Bank (IDB) tertarik. Beberapa waktu lalu, delegasi IDB telah bertemu dengan pejabat senior Otoritas Moneter Hongkong dan manajer aset untuk melihat kemungkinan terjalinnya kerjasama.

IDB berkeinginan menerbitkan sukuk di beberapa negara dengan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Hal tersebut bertujuan meningkatkan aset lokal dan membantu negara menghadapi krisis keuangan. IDB kini memiliki modal 17 miliar dolar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s