Oleh: John Gray
Rabu, 23 Juni 2009
Sumber: www.guardian.co.uk

Kebangkitan China akan menyingkirkan pandangan modernitas barat-sentris kita ke tumpukan sampah sejarah.

Kebangkitan China yang Martin Jacques petakan dalam buku baru dan penting karangannya akan mengubah geopolitik global, menciptakan sistem internasional di mana AS hanyalah salah satu dari beberapa adidaya yang berupaya memperoleh kendali atas sumber daya dunia. Pada waktu bersamaan – dan barangkali bahkan lebih penting – kebangkitan China akan mengubah cara berpikir dunia. Konsepsi modernisasi barat-sentris yang membentuk pemikiran dan pembuatan kebijakan di sebagian besar wilayah dunia selama ratusan tahun terakhir akan masuk ke dalam tumpukan sampah sejarah.

Abad 20 adalah masa yang didominasi oleh proyek-proyek westernisasi. Bertentangan dengan deskripsi lazim perang dingin sebagai konflik timur dan barat, komunisme secara prototipe merupakan ideologi barat, berakar dalam pencerahan Eropa. Rezim-rezim komunis di manapun hanya ingin mengejar dan melampaui barat, bukan cuma dari segi kekayaan tapi juga dalam pengejaran cita-cita progresif barat. Yang menyedihkan, mereka gagal dalam kedua hal tersebut. Tak terkecuali China-nya Mao, salah satu rezim terburuk di abad lalu, jika tak disebut dalam sejarah manusia. Dengan keruntuhan komunisme, gerakan westernisasi di seluruh dunia berjalan mundur.

Subtitel buku karangan Jacques menyebut “akhir dunia barat”, tapi dia tidak menyatakan barat akan kolaps atau lenyap, melainkan bahwa dunia yang didominasi barat selama beberapa abad terakhir akan berakhir – dan begitu pula klaim barat sebagai hakim modernitas. Modernitas versi saingan telah mulai muncul di China, cacat dalam beberapa hal, seperti semua komunitas manusia lainnya, tapi sejatinya berbeda dari model barat.

Belum jelas apakah China akan mampu melewati badai ekonomi global tanpa kegoncangan besar. Jika ya, ia akan muncul dari krisis dan menjadi lebih kuat tak terkira. Tapi bukan berarti China akan menguasai dunia sebagaimana upaya Amerika selama separuh abad ini. China memiliki ambisi universalistis negara-negara barat, sebagian karena ia tidak monoteistis. Bagaimanapun juga, modernisasi versi China tidak lebih dapat diterapkan secara universal ketimbang model Amerika. Malah, mulai sekarang akan ada berbagai jenis masyarakat modern, saling mempenetrasi dalam banyak hal tapi tidak menjadi serupa.

Bukan cuma hegemoni Amerika yang sedang menemui ajal dengan bangkitnya China. Dunia polisentris yang sedang kita masuki tidak akan serba indah dan terang. Akan ada bermacam-macam konflik berbahaya – dan tak kalah pentingnya di antara kekuatan-kekuatan baru. Tapi pergeseran global yang sedang berlangsung ini sangat diinginkan, dan juga tak terhindarkan. Mari kita berharap barat tidak bersikeras berpegang pada masa lalu, keras kepala mengaku superior meski tengah menggelepar dalam krisis yang dibuatnya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s