Oleh: Jeremy Warner
9 Januari 2012
Sumber: www.telegraph.co.uk

Krisis utang zona euro telah memulai tahun baru dan tak diragukan lagi akan terus berlanjut – diiringi KTT tak meyakinkan, komitmen tak relevan terhadap pajak transaksi keuangan (atau pajak Tobin), dan peristiwa anomali lainnya di pasar uang.

Menurut Fiscal Monitor IMF yang terakhir, pemerintahan di kawasan euro akan membuat utang €1,6 triliun pada tahun mendatang.

Percaya atau tidak, Anda kini harus membayar kepada pemerintah Jerman untuk privilege pemberian pinjaman, atas sekurangnya dana enam bulan. Berlin menjual surat utang senilai €3,9 miliar kemarin dengan imbal hasil minus 0,0122%.

Para investor zona euro begitu ketakutan akan kehancuran kapital sehingga mereka lebih kalah oleh inflasi ketimbang persepsi resiko hal lainnya yang lebih besar.

Hal yang sama berlaku pada sektor perbankan, yang menurut data terakhir memiliki catatan €464 miliar uang sebagai deposit satu malam (overnight deposit) di Bank Sentral Eropa (ECB). Ini adalah dana yang akan dipinjamkan oleh bank-bank kepada satu sama lain.

Atas kesepakatan bersama, suatu babak baru dalam krisis zona euro sedang mendekat cepat.

Pertanyaan penting untuk tahun ini adalah apakah itu yang membuat para pembuat kebijakan sulit bersepakat tentang solusi, dan karenanya mata uang tunggal ini berantakan, atau apakah muncul solusi penambalan yang memungkinkan kondisi yang lebih stabil.

Rintangan menuju solusi semacam itu lebih menakutkan daripada sebelumnya. Menurut Fiscal Monitor IMF yang terakhir, pemerintahan-pemerintahan di kawasan euro akan membuat utang €1,6 triliun pada tahun mendatang, dan itu berdasarkan asumsi berani bahwa target pengurangan defisit terpenuhi.

Sektor perbankan zona euro menghadapi masalah pendanaan serupa, dengan keharusan menemukan dana pasar yang baru senilai €500 miliar pada akhir tahun dan tidak boleh lewat tahun ini.

Eurobonds gabungan tentu saja akan menyelesaikan persoalan, setidaknya untuk sementara, tapi mungkin mutualisasi utang semacam itu tak akan disetujui dalam waktu dekat ini. Tampaknya juga tak banyak peluang bahwa European Financial Stability Facility akan diperluas hingga dapat menanggung Italia dan Spanyol.

Jika ini diatasi tahun depan, sebagian besar solusinya mesti datang dari ECB. Politisi menampakkan diri terlalu lambat dan terdesak menanggulangi krisis. Berdasarkan keterangan konferensi pers Merkozy pada hari Senin, mereka masih lebih suka memberlakukan pajak Tobin daripada menghadapi krisis.

Ketidakjujuran tersebut menyesakkan – jika kita mengenakan pajak kepada para spekulan di Kota London, mereka seperti berkata kepada pemilihnya [dalam pemilu], “Semua masalah kita akan berakhir.” Tidak, hanya ada sedikit pertolongan yang datang dari kuartal ini.

ECB juga merasa berada dalam kesulitan. Ia sudah memiliki neraca lebih besar sebagai ukuran PDB dibanding Federal Reserve AS ataupun Bank of England. Terlebih lagi, komposisi neraca ini, dijejali dengan utang negara yang beresiko dan tak tertanggulangi, dan bahkan aset perbankan yang lebih beresiko, merupakan resiko yang jauh lebih tinggi.

Dengan program pembelian yang menguntungkan, Bank of England bisa mendapatkan uangnya kembali. Hal yang sama tidak berlaku pada ECB, yang sudah harus menerima nasib atas pemilikannya atas surat utang negara Yunani yang tak tertanggulangi.

Namun, sulit sekali melihat alternatif untuk perluasan neraca ECB lebih jauh. Presiden bank sentral Eropa tersebut, Mario Draghi, sudah menjanjikan likuiditas tak terbatas kepada sistem perbankan. Mungkinkah dia beranjak lebih jauh dan menjanjikannya kepada pemerintah juga? Begitu tingkat kebijakan resmi mendekati nol, dia akan berada di bawah tekanan lebih besar untuk bertindak.

Keberatan Jerman terhadap pembelian surat utang negara-negara pinggir ditolak, dan seraya ancaman deflasi meningkat, Jerman akhirnya juga akan dikesampingkan pada peringanan kuantitatif yang lebih luas.

Bank-bank sentral senang menganggap bahwa dukungan semacam itu berkenaan dengan manajemen permintaan, padahal sebetulnya sedikit kaitannya dengan pencetakan uang untuk mendanai pemerintah. Wajar saja kebanyakan pengamat merasa sulit memahami perbedaan tersebut.

Setengah nilai utang yang dibuat oleh kantor manajemen utang Inggris sejak awal 2009 telah dibersihkan di pasar-pasar sekunder oleh Bank of England. Bahkan Bank of England mengakui bahwa efeknya adalah untuk menekan imbal hasil menguntungkan sebanyak seratus persen. Agak mengherankan bahwa negara-negara pinggir zona euro memperhatikan apa yang sedang berlangsung di Inggris dan AS, dan mempertanyakan dengan gusar mengapa ECB tidak bisa berbuat hal yang sama untuk Eropa.

Kekhawatiran akan konsekuensi bubarnya mata uang tunggal, disertai komitmen politik buta terhadap kesatuan moneter, sepertinya membuat ECB mau tak mau akhirnya akan menyerah.

Tak ada yang tahu konsekuensi kebubaran itu, tapi kebanyakan analisa – termasuk analisa imparsial dan analisa dari para pendukung mata uang tunggal – mengindikasikan hasil yang sangat buruk. Bahkan dengan asumsi bahwa euro terus bertahan, Goldman Sachs meramalkan pertumbuhan nol untuk zona euro dalam dua tahun ke depan, dan jika tidak, jauh lebih buruk.

Studi data BIS oleh bank investasi Jefferies International menegaskan bahwa di akhir 2011, bank-bank Jerman memiliki total exposur  €1,1 triliun di negara-negara kawasan euro, sedangkan bank-bank Prancis sebesar €1,3 triliun.

Data Bundesbank lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa, belum termasuk bank, perusahaan-perusahaan Jerman memiliki total aset €421,9 miliar di seluruh [kawasan] euro, serta total utang €545,8 miliar. Kerugian kontraktual akibatcurrency default (gagal bayar mata uang) akan amat ekstrim, dan dengan asumsi kembali ke mata uang nasional secara besar-besaran, cukup menghancurkan perdagangan untuk beberapa lama.

Kita tak tahu pasti apakah mata uang tunggal ini akan terus bertahan sampai para pembuat kebijakan zona euro menghadapi keadaan sulit – bahwa penyokongan euro membutuhkan transfer uang tak terbatas dari kawasan kaya ke kawasan miskin.

Itulah alasannya Jerman begitu menentang pembelian surat utang oleh ECB, sebab pembelian semacam itu pada esensinya merupakan bentuk transfer utang antar pemerintahan seperti surat utang euro.

Selama pembuat kebijakan terus mengubur kepala mereka di pajak Tobin dan pengalihan lainnya, pilihan pokok ini takkan dilirik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s