Oleh: John Pike
Minggu, 5 Desember 1999
Sumber: www.fas.org

Uighur (WEE-grr, juga Uyghur) adalah kelompok Muslim beretnis Turki di bekas Republik Turkistan Timur yang independen, yang China sebut sebagai Wilayah Otonomi Uighur Xinjiang. Wilayah luas itu menyumbang 1/16 teritori China dan berbatasan dengan tiga Republik Asia tengah bekas Soviet. Sensus terakhir China menetapkan populasi Uighur saat ini sedikit di atas 6 juta. Ada juga 500.000 Uighur di Turkistan Barat (dikenal sebagai Uzbekistan), Kazakistan, Kirgizistan, Turkmenistan, dan Tajikistan. Hampir 150.000 Uighur bermukim di Pakistan, Afghanistan, Arab Saudi, Turki, Eropa Barat, dan Amerika Serikat. Dalam rangka mengubah Turkistan Timur menjadi provinsi China, jutaan orang China ditempatkan di sana. Sebelum 1949, hanya ada 300.000 pemukim China di Turkistan Timur. Kini ada lebih dari 6 juta.

Militan Uighur di Xinjiang sudah berjuang selama berdekade-dekade untuk mendirikan Turkistan Timur independen. Pada 1933 dan 1944, Uighur berhasil mendirikan republik Islam Turkistan Timur independen. Tapi republik-republik Islam ini digulingkan oleh intervensi militer Uni Soviet. Pada 1949, Nasionalis China dikalahkan oleh komunis China dan Turkistan Timur pun jatuh ke dalam kekuasaan komunis China.

Komite untuk Turkistan Timur, bermarkas di Alma-Ata, Kazakhstan, mungkin merupakan gerakan nasional paling radikal di Asia Tengah. Komite ini belakangan semakin militan dan bersumpah meningkatkan perjuangan mereka demi membebaskan Xinjiang dari pengaruh China yang kian tumbuh. Komite ini awalnya dibentuk oleh para gerilyawan Uighur yang berjuang melawan China pada periode 1944-1949. Pada 1945, pejuang kemerdekaan Muslim mengangkat senjata dan mendirikan Republik Turkistan independen dalam pemberontakan massa yang didukung Uni Soviet. Pemimpin mereka di tahun 1940-an, Aysa Beg, melarikan diri ke Turki pada 1949 setelah Komunis naik ke tampuk kekuasaan.

Situasi Muslim di Xinjiang sangat parah. Uighur ditahan sewenang-wenang. Ribuan tahanan politik Uighur dipenjara dan disiksa. Terdapat pemberangusan unjuk rasa, penutupan sekolah-sekolah Qur’an, banyak hukuman mati bagi pengunjuk rasa keagamaan.

Pada 1990, bangsa Uighur, Kirgiz, dan Kazakh di Turkistan Timur bangkit lagi melawan kekuasaan China. Bulan April di kota terpencil Akto, lebih dari 1000 penduduk, marah karena tak dibolehkan membangun gereja, turun ke jalan-jalan. Lebih dari 60 orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan China. Juli 1990, pihak berwenang Xinjiang mengumumkan penangkapan 7.900 orang dalam tindakan keras terhadap “aktivitas kriminal pemberontak etnis dan pelaku kejahatan lainnya”.

Kampanye anti-kejahatan “Strike Hard” yang diluncurkan tahun 1996 dinyatakan sebagai inisiatif untuk menjawab kekhawatiran sah warga atas naiknya kejahatan dengan serangkaian tindakan polisi yang intens. Kampanye “Strike Hard” tak pernah secara resmi berakhir, meski berangsur hilang dari layar di sebagian besar area urban. Namun, di area minoritas ceritanya lain. Terutama di provinsi Xinjiang, rumah bagi bangsa Uighur Muslim, operasi “Strike Hard” berlangsung cepat dan hebat, menjadi alat untuk menjustifikasi tindakan keras terhadap aktivis politik, termasuk banyak eksekusi tertuduh aktivis pro-kemerdekaan.

Pada malam Ramadan 5 Februari 1995 di Ghulja, kaum beriman diganggu oleh penangkapan 30 pemimpin keagamaan berwibawa oleh Pemerintah China. Enam ratus pemuda turun ke jalan, menuju pemerintah kota, menuntut pembebasan tokoh-tokoh keagamaan itu. Dalam perjalanan, mereka dicegat polisi dan pasukan paramiliter. Polisi dengan kasar membubarkan kerumunan menggunakan pentungan listrik, meriam air, dan gas air mata di hari yang dingin membekukan. Hari kedua, demonstrasi lebih besar diadakan setelah Uigur di seantero kota mendengar insiden itu. Polisi dan pasukan paramiliter China diperintah menembaki kerumunan, dan menewaskan 167 orang, dan berhasil memberangus unjuk rasa. Setelah itu, polisi China menangkap lebih dari 5.000 demonstran, termasuk kaum tua, perempuan muda, dan anak-anak dalam satu hari atas tuduhan berniat memecah-belah tanah air, melakukan aktivitas kriminal, aktivitas keagamaan fundamental, dan unsur kontra-revolusi.

Pemerintah China kemudian melakukan eksekusi terbuka pertama terhadap tujuh kaum Uighur dalam rangka “membunuh ayam untuk menakuti monyet”. Pasukan militer China menaikkan [jasad] mereka ke truk terbuka dan berkendara pelan-pelan di pasar Uighur yang sibuk dan lingkungan orang banyak. Ketika orang-orang yang berkabung terlalu mendekati truk, tentara China menembak dan membunuh sembilan orang lain.

Anwar Yusuf, presiden Eastern Turkistan National Freedom Center, adalah salah satu dari beberapa pemimpin kemerdekaan yang berkumpul di Taiwan pada 25 sampai 28 Februari 1998 untuk pertemuan terbuka dan tertutup dan banyak wawancara pers. Diundang oleh World Federation of Taiwanese Association di AS, Yusuf diiringi aktivis terkemuka Turkistan Timur Erkin Alptekin; Profesor Thubtin Jigme Norbu, kakak dari Yang Mulia Dalai Lama; Tashi Jamyangling, mantan Menteri Dalam Negeri Pemerintah Tibet di Pengasingan; dan Johnar Bache, Wakil Ketua Partai Southern Mongolian People. Para pemimpin kemerdekaan itu bertemu tokoh-tokoh Taiwan, di dalam dan luar pemerintahan, termasuk Liu Sung-pan, presiden Legislative Yuan Taiwan; Shun-Bian Chen, Walikota Taipei; dan Frank C.T. Hsieh, Walikota Kaosiung.

Menyusul kematian pemimpin Turkistan Timur di pengasingan, Isa Yusuf Alptekin, yang menganjurkan non-kekerasan dan dijuluki Dalai Lama-nya bangsa Turki, tak ada yang memiliki otoritas untuk mencegah perlawanan militan terhadap kekuasaan China di Xinjiang. Dicap sebagai “Hamas-nya Xinjiang”, Home of East Turkestan Youth adalah kelompok radikal yang berkomitmen mencapai kemerdekaan melalui kekuatan bersenjata. Ia beranggotakan sekitar 2000 orang, sebagian telah menjalani pelatihan penggunaan perangkat peledak di Afghanistan dan negara-negara Islam lain.

peta-uighur

Sumber:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s