Siapkah Anda Dengan Perang Dunia III

Oleh: John Kaminski
24 Juli 2005
Sumber: www.rudemacedon.ca

Ketika momen menentukan itu akhirnya tiba, akankah Anda sempat mengingat apa yang sudah Anda perbuat untuk mencegahnya?

Mari berpura-pura, untuk sejenak, bahwa ini pertanyaan hipotetis.

Mari berpura-pura, untuk kepentingan argumentasi, di kursi Anda yang nyaman, di depan layar TV Anda yang besar, beberapa langkah dari kudapan favorit pengurang rasa gelisah di kulkas Anda, bahwa ini hanya latihan akademis dalam spekulasi geopolitik dan psikologis, sesi pengungkapan pendapat yang sopan yang dilakukan partisipan khayalan jika skenario-skenario terburuk kebetulan terjadi…pada waktu bersamaan.

Dan mari nyatakan, dalam kepastian rutinitas aman dan tenang kita, bahwa kemiripan debat khayalan ini dengan sosok dan peristiwa nyata yang hidup maupun mati mungkin bukan kebetula nmurni.

Oke? Paham? Mari berpura-pura ini hipotetis. Mari kita mulai.

Siapkah Anda dengan Perang Dunia III?

Omong-kosong paranoid menyedihkan apa ini? Apa-apaan INI? Latihan Y2K lagi? Ribut-ribut soal hal sepele, saya duga.

Ingat. Anda berpura-pura ini hipotetis. Anda sudah sepakat.

Oh, baiklah. Kita lihat. Mmmmmm…tentu saja saya tidak siap. Tak ada yang siap dengan Perang Dunia III. Kau TAK MUNGKIN siap dengannya.

Apa yang akan Anda lakukan bila itu terjadi?

Duduk di sini dan diuapkan, saya kira. Apa yang bisa diperbuat?

Jadi… berarti Anda tidak siap?

Tentu saja saya tidak siap dengan Perang Dunia III! Adakah yang siap dengan Perang Dunia III?

Ya, saya yakin ada sebagian orang yang siap.

Oh, ya? Siapa?

Well, tiga jenis kelompok, sekurangnya. Pertama, ada orang-orang yang sudah menjadi korban perang besar, orang-orang di Palestina, Irak, Afghanistan, Serbia, Kolombia, belum lagi Myanmar, Filipina, Sudan, Zimbabwe, Kongo, dan negara-negara tertentu, orang-orang yang sudah mengeruk-ngeruk tempat sampah radioaktif demi mencukupi kebutuhan; banyak kerabat atau anak mereka telah dibunuh oleh penyerbu, dan mereka hidup pas-pasan, tak peduli apakah makanan yang mereka makan atau barang yang mereka temukan bersifat radioaktif atau tidak, sebab ketika usia harapan hidup Anda hanya beberapa pekan atau bulan, Anda tak banyak menghiraukan hal-hal tersebut. Keberlangsungan hidup menjadi operasi sehari-hari. Jika negara-negara adidaya pemilik senjata ini menghancurkan diri mereka sendiri dengan menggunakannya, itu berita bagus untuk saudara-saudara yang rutin menggali tempat sampah.

Kedua, ada orang-orang yang berencana dan ingin melaksanakan perang nuklir. Mereka sudah membangun bunker-bunker kokoh bermil-mil di bawah permukaan tanah. Ada banyak di AS dan Eropa. Mereka yakin bisa bertahan di dalamnya, dan mereka punya teknologi rahasia baru yang betul-betul mendetoksifikasi pencemaran radioaktif, tapi mereka terus menyembunyikannya sampai setelah Perang Besar sehingga mereka dapat keluar saat pantai bersih dan menghasilkan banyak uang dengan melakukan dua hal: membersihkan puing radioaktif dan mengambil kepemilikan real estate yang pemiliknya telah lenyap, mati perlahan dan menderita akibat racun radiasi, atau lari terbirit-birit ke iklim yang lebih ramah.

Ketiga, ada orang-orang yang menyaksikan kedatangannya dan memiliki tinjauan untuk pindah ke lokasi terpencil di Belahan Bumi Selatan. Selama ledakan nuklir luas tidak memicu pergeseran kutub, orang-orang di Belahan Bumi Selatan bawah akan relatif aman dari musim dingin nuklir yang akan mengiringi Perang Dunia III dan menjadikan seluruh Belahan Bumi Utara tak bisa dihuni sama sekali. Angin-angin di dunia memiliki spesifik belahan bumi, sehingga angin yang bertiup di Belahan Bumi Utara tidak menyeberang ke selatan, dan sebaliknya, walaupun magnitudo dan volume ledakan-ledakan dalam perang nuklir habis-habisan ini tinggi, ada batasan yang harus diseberangi.

Ahhh. Sialan. Kau sudah memperhitungkan semua ini, kan?

Apa yang akan Anda perbuat ketika ini betul-betul terjadi?

Kapan ini betul-betul terjadi?

Ketika Perang Dunia III betul-betul terjadi.

Bagaimana saya mengetahuinya?

Well, ada beberapa cara. Jika Anda hidup di area perkotaan seperti New York, Beijing, Kairo, atau Teheran, Anda mengetahuinya saat melihat kilasan cahaya yang lebih terang daripada yang pernah Anda bayangkan, tapi itu berlangsung selama satu milidetik saja dan kemudian Anda tak melihat apa-apa lagi. Jika, seperti kebanyakan orang, Anda tinggal di kota kecil yang lumayan dekat dengan kota-kota besar ini, Anda akan merasakan gedebuk keras ini dan bertanya-tanya mengapa rumah Anda hancur. Jika Anda tinggal jauh di wilayah udik, Anda akan mulai melihat kilasan atmosfer berpancar ini, merasakan getaran tanah relatif lemah, dan dalam beberapa jam Anda akan melihat asap hitam merangkak menuju Anda dari arah kota-kota dan semakin hitam seiring berlalunya jam demi jam. Tergantung pada kecakapan inderawi setiap individu, cuma  hitungan menit atau jam sebelum Anda sadar takkan melihat matahari lagi, sebab Anda takkan bertahan dari hawa dingin menyengsarakan yang ditimbulkan oleh terhalangnya matahari selama lima sampai 15 tahun, kecuali, seperti saya katakan sebelumnya, di tempat-tempat mujur di Belahan Bumi Selatan yang jauh. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa semua orang Israel itu memborong banyak real estate di Patagonia?

Maksudmu, saya takkan melihat sesuatu [berita] di televisi dan sesaat merasa menyesal tentang seseorang yang tewas di tempat jauh, dan kemudian membuangnya dari pikiran saya agar bisa menonton Monday Night Football dengan fokus hebat seperti biasa?

Ya, kemungkinan tidak. Berikut adalah variasi dari pertanyaan awal. Apa yang akan Anda perbuat jika memperoleh informasi yang betul-betul Anda yakini dan percayai bahwa Perang Dunia III akan pecah beberapa bulan lagi? Langkah apa yang akan Anda ambil untuk mempersiapkan diri?

Bagaimana saya tahu informasinya bisa dipercaya?

Well, Anda mendengarnya dari sumber yang selalu Anda percayai. Suratkabar, TV, bahkan mungkin situs terpercaya.

Tapi apa saya akan percaya? Apa saya akan menyerahkan semua yang sudah saya perjuangkan sepanjang hidup ini, dan lari begitu saja menuju samudera biru nun jauh di sana gara-gara membaca sesuatu yang mungkin cuma lamunan seorang jurnalis, tak peduli betapapun kuat kaitannya?

Well, katakanlah Anda memiliki sumber orang dalam di pemerintahan rahasia, dan dia menceritakan rencana itu. Katakanlah Anda mengakui informasi tersebut memiliki keotentikan semua kiat saham insider yang dia berikan kepada Anda selama bertahun-tahun hingga menjadikan Anda kaya. Seseorang yang dapat bercakap-cakap tanpa kesulitan mengenai prediksi gembong Mason Albert Pike tahun 1871 bahwa akan ada TIGA Perang Dunia dan yang terakhir akan berawal di Timur Tengah dan menghapus dunia Kristen Terzionisasi maupun Islam dalam satu pukulan hebat. Dan seseorang yang punya koneksi mengerikan dengan dinas-dinas intelijen alfabet.

Ya, saya mengerti. Apa yang akan saya perbuat? Hmmm.

Apa Anda akan lari, atau berusaha memperingatkan orang lain?

Oh, menyebalkan! Kau tahu, bagaimana rasanya memberitahu orang-orang bahwa kau betul-betul tahu apa yang akan terjadi, dan bahwa mereka tidak tahu. Mereka pikir kau tak waras, dan mereka mengabaikanmu begitu saja, paling banter. Paling buruk, mereka menghubungi Homeland Security, dan pria-pria bermantel putih kecil bersenjata besar pun muncul di depan pintu rumahmu. Paling kurang, kau terasing secara sosial karena tidak sejalan dengan apa yang orang lain yakini.

Jadi, mana yang akan Anda perbuat?

Well, saya rasa, saya akan berusaha mencaritahu apakah petunjuk itu nyata atau tidak, dan jika saya simpulkan MEMANG nyata, saya akan mencoba memperingatkan orang-orang terpenting yang saya kenal untuk melihat apa mereka bisa berbuat sesuatu tentang itu.

Apa yang membuat Anda memutuskan petunjuk itu nyata atau tidak?

Well, sumber terbaik kita di TV, saya kira. Setidaknya itulah yang dipercaya setiap orang. Kebanyakan orang tidak percaya sesuatu itu nyata kecuali jika mereka melihatnya di televisi.

Jadi menurut Anda, yang Anda lihat di TV betul-betul nyata?

Tidak, saya tak senaif itu. Saya tahu informasi yang tayang dalam berita sering disamarkan oleh para pemilik jaringan TV untuk menanamkan sudut pandang yang mereka inginkan pada sebagian besar peristiwa dunia. Sial, begitulah kita terseret dalam semua perang itu.

Jadi, bagaimana jika seseorang di TV, amat bereputasi, tampil dan memprediksi perang nuklir habis-habisan? Apa tindakan Anda?

Barangkali tidak. Aku tidak akan mempercayainya.

Oke, katakanlah Anda yakin petunjuk yang Anda terima nyata. Lantas apa yang akan Anda perbuat?

Saya akan menelepon polisi, lalu anggota kongres pilihan saya.

Dan apa yang akan Anda lakukan jika mereka bilang Anda sinting? Dan mereka bilang mengetahui siapa penjahat sebenarnya, sebab mereka punya bukti yang tak bisa mereka ceritakan pada Anda lantaran [Undang-undang] Keamanan Nasional, tapi mereka akan menuklir semua [bukti itu] sampai berkeping-keping.

Entahlah. Menangis? Atau berlari ke jalanan sambil menjerit.

Oke, satu pertanyaan lagi. Seandainya Anda punya kekuasaan untuk mempengaruhi banyak orang dan uang untuk menyusun suatu rencana aksi efektif guna menangkap orang-orang yang berencana memakai senjata nuklir, dan Anda yakin mereka akan melaksanakan rencana mereka berdasarkan kejahatan berketerusan selama sekurangnya 50 tahun terhadap orang-orang tak berdosa yang kemudian mereka persalahkan pada boneka-boneka tak bersalah, apa yang akan Anda perbuat…?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s