What does our future demand of leaders today?
Carly Fiorina (Mantan CEO Hewlett-Packard dan kandidat capres Partai Republik untuk pemilu AS 2016)
Pidato bertanggal 26 September 2001
Sumber: www.the-faith.com

Dahulu pernah ada peradaban terhebat di dunia.

Ia mampu menciptakan negara super kontinental yang terhampar dari samudera ke samudera, dari iklim utara ke daerah tropis dan padang pasir. Di dalam wilayah kekuasaannya hidup ratusan juta orang, dari berbagai kredo dan etnis.

Salah satu bahasanya menjadi bahasa universal di sebagian besar wilayah dunia, jembatan antara orang-orang dari seratus daratan. Tentaranya terdiri dari banyak kebangsaaan, dan perlindungan militernya memperkenankan terwujudnya tingkat kedamaian dan kemakmuran yang tak pernah dikenal sebelumnya. Jangkauan perniagaan peradaban ini membentang dari Amerika Latin sampai China, dan setiap tempat di antara keduanya.

Dan peradaban ini lebih didorong oleh penemuan, daripada apapun. Para arsiteknya merancang bangunan yang tahan gravitasi. Para matematikawannya menciptakan aljabar dan algoritma yang memungkinkan dibangunnya komputer dan terciptanya enkripsi. Para dokternya memeriksa tubuh manusia, dan menemukan obat-obat baru untuk penyakit. Para astronomnya memandang angkasa, menamai bintang-bintang, dan membukakan jalan untuk perjalanan dan penjelajahan antariksa.

Para penulisnya mengarang ribuan cerita. Cerita-cerita keberanian, romansa, dan keajaiban. Para penyairnya menulis tentang cinta, di kala penyair-penyair lain sebelum mereka terbenam dalam ketakutan untuk memikirkan hal semacam itu.

Di kala bangsa-bangsa lain khawatir dengan ide, peradaban ini justru tumbuh subur di atasnya, dan mempertahankannya. Di kala sensor mengancam menyapu bersih pengetahuan dari peradaban-peradaban masa lampau, peradaban ini justru melestarikannya, dan mewariskannya kepada yang lain.

Meski peradaban modern Barat memiliki sebagian besar ciri ini, peradaban yang sedang saya bicarakan adalah dunia Islam dari tahun 800 s/d 1600, yang mencakup Kekaisaran Utsmani dan istana-istana Baghdad, Damaskus, dan Kairo, dan para penguasa tercerahkan seperti Sulaiman Agung.

Walaupun kita sering tak sadar akan utang kita kepada peradaban ini, pemberiannya adalah bagian dari pusaka kita. Industri teknologi takkan ada tanpa kontribusi matematikawan Arab. Sufi penyair-filsuf semacam Rumi menantang gagasan kita tentang diri dan kebenaran. Pemimpin semacam Sulaiman berkontribusi terhadap gagasan kita tentang toleransi dan kepemimpinan masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s