Delapan Langkah Untuk Menghancurkan Amerika

Oleh: Blaze
13 Maret 2015
Sumber: www.americasfreedomfighters.com

Amerika sedang diruntuhkan dari dalam. Kepatutan politis, penyensoran, dan imigrasi ilegal sangat beracun. Desember lalu, mantan Gubernur Colorado Richard D. Lamn menyampaikan pidato luar biasa tentang delapan langkah untuk menghancurkan Amerika. Dia bilang tak ada negara yang selamat dari penghancuran zaman. Sungguh mempesona, betapa benar dan akurat langkah-langkah itu. Sedang berlangsung tepat di depan mata kita. Kita sebagai orang Amerika harus bangun, jika belum terlambat.

(Political correctness atau kepatutan politis adalah sikap menghindari penggunaan bentuk-bentuk ungkapan atau tindakan yang dianggap mengecualikan, meminggirkan, atau menghina kelompok orang yang kurang beruntung secara sosial atau didiskriminasi—penj.)

Rense.com menyimpan pidato lengkapnya:

“Beginilah cara mereka melakukannya,” kata Lamn:

(Pertama) Ubah Amerika menjadi negara dwibahasa atau multi-bahasa dan dwibudaya. Sejarah menunjukkan, tak ada negara yang selamat dari ketegangan, konflik, dan pertentangan dua atau lebih bahasa dan budaya yang bersaing. Menjadi dwibahasa adalah berkah bagi perorangan; tapi itu kutukan bagi masyarakat.

(Kedua) Adakan “multikulturalisme” dan dorong imigran agar memelihara budaya mereka. Saya percaya bahwa semua budaya adalah setara. Bahwa tak ada perbedaan budaya. Saya yakin tingkat putus sekolah orang Kulit Hitam dan Hispanik diakibatkan oleh prasangka dan diskriminasi dari kaum mayoritas. Setiap penjelasan lain adalah di luar batas. Kita bisa jadikan AS sebagai “Quebec Hispanik” tanpa susah-payah.

(Ketiga) Kuncinya adalah memuji-muji kebhinnekaan daripada kesatuan. Seperti kata Benjamin Schwarz dalam Atlantic Monthly baru-baru ini: “Keberhasilan eksperimen multi-etnis dan multi-budaya kita dicapai bukan lewat toleransi tapi hegemoni. Tanpa dominansi yang dulu didiktekan secara etnosentris dan makna menjadi seorang Amerika, kita hanya punya toleransi dan kemajemukan untuk menjaga kesatuan kita.” Kata Lamn, “Saya akan dorong semua imigran agar memelihara bahasa dan budaya mereka sendiri. Saya akan ganti kiasan melting pot dengan salad bowl. Penting sekali memastikan berbagai sub-kelompok budaya yang tinggal di Amerika memperkuat perbedaan masing-masing ketimbang sebagai orang Amerika yang menekankan kesamaan.”

(Keeempat) Saya akan jadikan kelompok demografi paling cepat tumbuh sebagai kelompok yang kurang berpendidikan. Saya akan tambahkan kelas bawah kedua, tak terasimilasi, tak berpendidikan, dan antagonistik, pada populasi kita. Saya akan jadikan kelas bawah kedua ini mengalami tingkat putus sekolah dari SMU sebesar 50%.

(Kelima) Menyuruh yayasan dan perusahaan besar untuk menyumbang banyak uang pada upaya ini. Saya akan berinvestasi pada urusan identitas etnis, dan saya akan mendirikan kultus “Victimology”. Saya akan buat seluruh minoritas berpikir bahwa ketidaksuksesan mereka adalah kesalahan mayoritas. Saya akan memulai industri keluhan yang mengkambinghitamkan kegagalan minoritas pada populasi mayoritas.

(Keenam) Memasukkan kewarganegaraan ganda dan mempromosikan loyalitas terbelah. Saya akan memuji-muji kebhinnekaan dibanding kesatuan. Saya akan menekankan perbedaan dibanding kesamaan. Orang-orang beranekaragam di seluruh dunia sibuk saling membenci—bila tidak sedang saling membunuh.

(Ketujuh) Saya akan melarang, menabukan omongan apapun yang bertentangan dengan kultus “kebhinnekaan”. Saya akan temukan istilah yang mirip dengan “pelaku bid’ah” di abad 16—yang mencegah diskusi dan melumpuhkan pemikiran. Istilah seperti “rasis” atau “xenofobis” akan menghentikan diskusi dan debat. Saya akan menjadikan Amerika negara dwibahasa/dwibudaya, menegakkan multi-kulturalisme, menyuruh yayasan-yayasan besar mendanai doktrin “Victimology”.

(Kedelapan) Saya akan mencegah penegakan undang-undang imigrasi. Saya akan kembangkan mantera: karena imigrasi sudah bagus untuk Amerika, itu pasti selalu bagus. Saya akan buat setiap imigran menjadi simpatrik dan mengabaikan dampak kumulatif jutaan mereka.

(Simpatrik adalah keadaan ketika dua spesies/populasi hidup di wilayah geografis yang sama sehingga sering bertemu—penj.)

Di akhir pidatonya tak ada sorak-sorai, hanya kebisuan. Setiap orang di ruangan itu tahu apa yang dikatakannya benar. Kita sedang mengalaminya dari kedua sisi. Para badak sedang mendukung amnesti Obama dan kaum demokrat sedang mendorongnya. Mundurlah satu langkah dan pikirkan hal ini, 10 tahun lalu ini adalah Amerika, kini saya bahkan tak tahu harus menyebutnya apa. Kita berjuang untuk memastikan masa depan anak-anak kita, tapi ia sedang ambruk tepat di depan mata kita. Demikianlah Amerika dan langkah-langkah ini sudah berjalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s