Oleh: Sam Kiley (Editor Urusan Luar Negeri)
21 Januari 2017
Sumber: news.sky.com

Diplomasi berumur 60 tahun lebih akan berbalik total seiring masukya Amerika ke dalam era kepicikan baru.

Amerika sedang memasuki era kepicikan baru. Mengakhiri abad perdagangan bebas dan menyongsong abad proteksionisme. Lebih dari 60 tahun [kejayaan] militer, bantuan pembangunan, dan diplomasi akan berbalik total. Ini adalah era Presiden Donald J. Trump—era di mana Amerika akan menarik diri dari dunia dan merangkul dirinya sendiri.

Jarang ada kejadian seorang Presiden ingin perkataannya dipegang seratus persen. Dalam politik, adalah bijak untuk tetap fleksibel, cekatan terhadap fluktuasi ekonomi dalam negeri dan urusan internasional.

Tidak bagi Presiden Trump dan tidak pada hari pelantikannya.

Suara Tn. Trump menggema ke segenap gedung Capitol dan sepanjang National Mall, mendentum ke seantero planet dengan sebuah pesan yang dimaksudkan agar terang-benderang.

“Kita yang berkumpul di sini hari ini sedang menerbitkan dekrit baru untuk didengar di setiap kota di setiap ibukota asing dan di setiap aula kekuasaan,” kata Tn. Trump.

“Mulai hari ini sebuah visi baru akan memerintah negeri kita. Mulai hari ini Amerika dulu—Amerika dulu. Setiap keputusan dagang, pajak, imigrasi, dan urusan luar negeri, akan dibuat untuk menguntungkan pekerja Amerika dan keluarga Amerika. Kita harus lindungi perbatasan kita dari pengrusakan oleh negara-negara lain yang membuat produk kita, mencuri perusahaan kita, dan menghancurkan lapangan kerja kita. Proteksi akan membawa kepada kesejahteraan dan kekuatan.”

Tak seorangpun menanti sendagurau dan basa-basi dari Presiden Trump. Cuitan dan kampanye pemilunya selalu tegas. Dia bermaksud merobek-robek atau merundingkan ulang North Atlantic Free Trade Agreement dengan Kanada dan Meksiko. Meksiko harus membiayai sebuah tembok yang memisahkannya dari AS (menurut sang presiden baru AS). Dia juga pernah berikrar untuk keluar dari Perjanjian Trans Pacific Partnership.

Jadi pidato pelantikannya harus dianggap sebagai penegasan mutlak bahwa, dari perspektifnya, seluruh duna telah berdampak buruk bagi bisnis Amerika dan pekerja Amerika.

“Selama berdekade-dekade kita telah memperkaya industri luar negeri dengan mengorbankan industri Amerika,” kata Tn. Trump. “Satu demi satu pabrik tutup dan meninggalkan pesisir kita tanpa memikirkan jutaan pekerja Amerika yang ditinggal. Kekayaan kelas menengah kita telah direnggut dari rumah-rumah kita dan lantas dibagikan ke seluruh dunia.”

Ini sudah diperkirakan.

Toh, saat menang pemilu dia berikrar untuk mengembalikan lapangan kerja. Para pengkritiknya menyatakan bahwa banyak lapangan kerja hilang akibat otomatisasi ketimbang perdagangan bebas.

Bagi Tn. Trump, penyebab hilangnya lapangan kerja adalah perdagangan terbuka. Tapi Tn. Trump lantas mencabik-cabik struktur yang telah menopang hubungan internasional bagi presiden-presiden Republik dan Demokrat selama berdekade-dekade.

“Kita sudah mensubsidi tentara negara-negara lain seraya membiarkan penipisan militer kita sendiri. Kita sudah mempertahankan perbatasan negara-negara lain seraya menolak mempertahankan perbatasan kita sendiri,” katanya kepada dunia.

Ini mengisyaratkan sebuah niat untuk belanja lebih banyak untuk pasukan AS, tapi kurang banyak untuk para sekutu mereka di North Atlantic Treaty Organisation, Israel, Mesir, Yordania, Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan segenap Afrika.

Jelas dia melihat sedikit segi positif dalam hal kapabilitas atau pengaruh politik yang ditimbulkan dari pengeluaran militer.

Sikapnya tak kalah meremehkan (dan congkak terhadap fakta) bila menyangkut bantuan luar negeri.

“[Kita sudah]…belanjakan triliunan dolar di luar negeri, sementara prasarana Amerika terperosok ke dalam keruntuhan dan pembusukan,” kata Tn. Trump. “Kita sudah buat negara-negara lain kaya, sementara kekayaan, kekuatan, dan kepercayaan negara kita menghilang di atas cakrawala.”

Pemerintah-pemerintah terdahulu memandang bantuan pembangunan sebagai alat “soft power” untuk membawa stabilitas melalui kemakmuran ke kawasan-kawasan yang berpotensi kolaps ke dalam kekerasan—mengancam kepentingan Amerika terkait akses bahan mentah, rute dagang, dan pasar barang Amerika.

Presiden Trump punya semboyan baru – Proteksi akan membawa kepada Kesejahteraan dan Kekuatan. Banyak pihak, bahkan di bloknya sendiri, tidak akan sependapat.

Kini setelah menjadi Presiden, tantangan pertamanya adalah mencari kesempatan untuk membuktikannya. Era lama tidak akan pergi dengan lemah-lembut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s