Mundurnya Houthi di Yaman Menunjukkan Keterbatasan Kemampuan Iran

Peristiwa Yaman yang banyak diabaikan ini mencerminkan realita persaingan Saudi-Iran, bagian dari konflik luas Sunni-Syiah yang saat ini membagi Timur Tengah menjadi dua. Kesuksesan pemulihan pemerintahan Hadi di Yaman, jika itu terjadi, akan menjadi dorongan besar bagi Saudi, yang khawatir dikelilingi oleh pasukan pro-Iran, mengingat pengaruh Iran di Irak dan Yaman.

Advertisements

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.

Mengapa Kaum Kiri Harus Mendukung Revolusi Suriah

Seperti kekuatan regional dan internasional lainnya, pemerintah AS turut ambil bagian di Suriah. Ia sedang bermanuver untuk membentuk—dan akhirnya mengekang—Revolusi Suriah. Artinya AS mendukung sebagian faksi di antara pemberontak yang menurutnya paling lunak, tapi tentu tidak semua faksi. Sepanjang pembantaian yang ditimbulkan oleh rezim, AS sangat membatasi dukungannya, terutama dukungan militer.

Pernah Ada Peradaban

Di kala bangsa-bangsa lain khawatir dengan ide, peradaban ini justru tumbuh subur di atasnya, dan mempertahankannya. Di kala sensor mengancam menyapu bersih pengetahuan dari peradaban-peradaban masa lampau, peradaban ini justru melestarikannya, dan mewariskannya kepada yang lain.

Melihat Dengan Kedua Mata

Dajjal melihat dengan satu mata. Dalam pemahaman ini, kita bisa bilang bahwa dia adalah manusia zahir, atau batin, tapi tidak keduanya. Dia adalah seorang literalis, atau dia berjiwa bebas. Oleh sebab itu, prestasi teragung Islam, yakni menyingkap pola hidup manusia yang menggali dan merayakan kemungkinan-kemungkinan fisik manusia sedemikian rupa agar tidak menghalangi tapi mempertinggi dan memperdalam kapasitas metafisiknya, dinegasikan. Penjahat di akhir zaman, karenanya merupakan kebalikan cita-cita Islam.

Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

Rusiafobia dan Islamofilia

Rusia tak berilusi soal Muslim militan. Bahkan, Anda bisa buktikan bahwa Putin membangun kembali Gereja Ortodoks Rusia sebagai rintangan ideologis bagi penyebaran racun Islam di Rusia. Andai saja Eropa atau Amerika mendukung Yudaisme dan Kristen dengan keyakinan tanpa sesal seperti ini.

Implikasi Geopolitik Konflik Ukraina

Pekan ini di Ukraina, salah satu kawasan inti bekas kekaisaran tersebut, keadaannya jauh lebih mendekati “dentuman”. Kamis kemarin Kiev menyaksikan kekerasan berdarah yang memakan lusinan nyawa di tengah baku tembak dan bentrokan brutal di Independence Square. Ratusan orang terluka, kebanyakan serius. Kekerasan mendekati pertempuran serupa pada hari Selasa—dan menandai dimulainya konflik berkepanjangan dan dramatis terkait masa depan negara tersebut.

Kemunafikan Amerika Soal Ukraina

Rusia dan Putin adalah sasaran empuk. Di Amerika, jalan ceritanya begini: setelah Perang Dingin berakhir, Amerika Serikat bermurah hati menghujani Rusia dengan bantuan, sambutan ke dalam kedai obrolan demokrasi industri G-8, dan “pakar-pakar” di bidang penciptaan demokrasi (saya ikut salah satu perjalanan itu), tapi rakyat Rusia membiarkan si keras Vladimir Putin merusak upaya kami untuk mengekspor demokrasi ke sana dengan melembagakan ulang aturan otokratis. Orang Amerika merasa ditolak, karena orang Rusia tak ingin menjadi seperti kami.

Konflik Georgia yang Pahit

Georgia berada di garis depan “perang dingin” demokrasi barat yang baru. Semua bekas negara-negara satelit Soviet dalam Pakta Warsawa kini menjadi anggota NATO. Tiga republik bekas Uni Soviet (Latvia, Lithuania, dan Estonia) sudah bergabung dengan NATO—dan tiga lagi (Ukraina, Georgia, dan Azerbaijan) ingin sekali bergabung; Ukraina sudah dijanjikan keanggotaan. Georgia mengawali perjalanan menuju keanggotaan Desember lalu.

Paus Fransiskus: Perang Dunia III Telah Dimulai

Pernyataan Paus tersebut terlontar pada acara Misa di Sarajevo. Paus juga mengatakan bahwa “Suasana perang ini dikobarkan oleh orang-orang dan politisi untuk motif yang berbeda.” Beberapa dari mereka sengaja memprovokasi suasana ini, terutama mereka para aktor yang berusaha untuk mengobarkan konflik antar peradaban dan masyarakat, dan mereka inilah yang tengah bertaruh dengan memanfaatkan perang untuk menjual senjata.

Negara Zionis-Israel Segera Hancur

Tak pernah dinyana ternyata generasi Israel kini tak punya rasa nasionalisme terhadap negaranya. Jika generasi pertama Israel, yang merupakan generasi pendiri negara Israel sangat getol dan semangat tinggi mempertahankan negaranya dari berbagai ancaman, maka generasi yang kini sedang tumbuh di Israel, sangat a-nasionalis. Generasi baru zionis lebih memilih melarikan diri ke Jerman.

Geopolitik Jihad: Gerakan Militan di Asia Selatan-Tengah dan Keamanan Regional

Retakan geopolitik dalam yang telah menjadi pendorong konlik di Asia Selatan-Tengah masih membentuk dinamika organisasi militan. Ini tak hanya membentuk kemampuan operasional kelompok militan, jaringan mereka, serta apa dan siapa yang mereka pilih untuk diperangi, tapi juga kemungkinan besar memperlunak respon negara-negara di kawasan terhadap ancaman yang ditimbulkan organisasi-organisasi tersebut.