Menikmati Demokrasi tapi Menolak Demokrasi, Adakah Orang Munafik Seperti Itu?

Bahwa kita hidup di alam demokrasi, itu benar adanya. Tetapi apakah kita menikmati demokrasi atau tidak, itu murni pilihan hidup kita. Sebagaimana Rasulullah saw, beliau saat di Makkah hidup di alam jahiliyah, tetapi apakah Rasulullah saw menikmati jahiliyah? Apakah saat para sahabat Rasulullah saw bekerja di Makkah, bisa disebut sebagai penikmat jahiliyah? Apakah saat ada sahabat Nabi yang kaya raya, yaitu Abdur Rahman bin Auf, dapat dianggap sebagai penikmat jahiliyah?

Advertisements

Laporan 16 Badan Intelijen AS: Israel Akan Hilang 10 Tahun Lagi, Semua Yahudi Kembali Diaspora

Badan intelijen Amerika melaporkan jika entitas ‘Israel‘ akan hilang dan warga Yahudi akan kembali ke negeri asal mereka sebelum mereka ke Palestina dengan jumlah sangat besar. Ada setengah juta warga Afrika di Israel akan kembali ke negeri mereka dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, demikian pula dengan satu juta warga yahudi Rusia serta jutaan lainnya dari Eropa. Mereka akan kembali ke negerinya masing-masing dan memulai kehidupan yang baru.

Arab Saudi dan al-Qaeda Bersatu di Yaman

Terlepas dari persetujuan hangat resmi Arab Saudi terhadap kesepakatan nuklir Iran, Riyadh sangat cemas dengan implikasi geopolitik perbaikan perlahan hubungan Barat dengan Iran. Terganggu oleh ide bahwa Teheran akan semakin menegaskan pengaruh di dunia Arab dengan memberi dukungan lebih kepada kelompok-kelompok paramiliter dengan dana baru dari pembebasan sanksi, Arab Saudi sedang melenturkan otot-ototnya di Yaman. Memandang pemberontak Houthi sebagai proksi Iran yang berkomitmen mendirikan negara klien untuk Republik Islam Iran di perbatasan selatan Arab Saudi, pejabat Riyadh jelas mencium ancaman lebih besar dari Houthi ketimbang dari milisi Islamis Sunni seperti AQAP.

Jaksa – Rusia dan Rezim Assad Bisa Dituntut

“Nah, Anda tak mungkin mendapatkan mereka besok—butuh 15 tahun bagi Pengadilan Internasional untuk menangkap Jenderal Bosnia-Serbia Ratko Mladic—tapi…pada dasarnya Anda mengirim sinyal bahwa orang-orang yang terlibat akan diburu selama sisa hidup mereka.”

Mundurnya Houthi di Yaman Menunjukkan Keterbatasan Kemampuan Iran

Peristiwa Yaman yang banyak diabaikan ini mencerminkan realita persaingan Saudi-Iran, bagian dari konflik luas Sunni-Syiah yang saat ini membagi Timur Tengah menjadi dua. Kesuksesan pemulihan pemerintahan Hadi di Yaman, jika itu terjadi, akan menjadi dorongan besar bagi Saudi, yang khawatir dikelilingi oleh pasukan pro-Iran, mengingat pengaruh Iran di Irak dan Yaman.

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.

Mengapa Kaum Kiri Harus Mendukung Revolusi Suriah

Seperti kekuatan regional dan internasional lainnya, pemerintah AS turut ambil bagian di Suriah. Ia sedang bermanuver untuk membentuk—dan akhirnya mengekang—Revolusi Suriah. Artinya AS mendukung sebagian faksi di antara pemberontak yang menurutnya paling lunak, tapi tentu tidak semua faksi. Sepanjang pembantaian yang ditimbulkan oleh rezim, AS sangat membatasi dukungannya, terutama dukungan militer.

Melihat Dengan Kedua Mata

Dajjal melihat dengan satu mata. Dalam pemahaman ini, kita bisa bilang bahwa dia adalah manusia zahir, atau batin, tapi tidak keduanya. Dia adalah seorang literalis, atau dia berjiwa bebas. Oleh sebab itu, prestasi teragung Islam, yakni menyingkap pola hidup manusia yang menggali dan merayakan kemungkinan-kemungkinan fisik manusia sedemikian rupa agar tidak menghalangi tapi mempertinggi dan memperdalam kapasitas metafisiknya, dinegasikan. Penjahat di akhir zaman, karenanya merupakan kebalikan cita-cita Islam.

Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

Balas Dendam Rusia – Kenapa Barat Takkan Memahami Kremlin

Pandangan Rusia terhadap barat (terutama yang diangkat untuk konsumsi publik) sama-sama mengandung cacat, dirangsang oleh teori-teori konspirasi dan kecurigaan terhadap motif dan aspirasi Amerika. Tapi setidaknya Rusia memiliki diplomat-diplomat unggul seperti Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang mengenal barat bukan dari katanya tapi karena dia mempelajarinya selama lebih dari 30 tahun.

Implikasi Geopolitik Konflik Ukraina

Pekan ini di Ukraina, salah satu kawasan inti bekas kekaisaran tersebut, keadaannya jauh lebih mendekati “dentuman”. Kamis kemarin Kiev menyaksikan kekerasan berdarah yang memakan lusinan nyawa di tengah baku tembak dan bentrokan brutal di Independence Square. Ratusan orang terluka, kebanyakan serius. Kekerasan mendekati pertempuran serupa pada hari Selasa—dan menandai dimulainya konflik berkepanjangan dan dramatis terkait masa depan negara tersebut.