Di Bawah Presiden Trump, Kita Akan Memasuki Abad Konfrontasi Global

Kedatangan Donald Trump di Gedung Putih mencerminkan fenomena lebih luas: era baru nasionalisme. Dia bergabung dengan Vladimir Putin dari Rusia, Narendra Modi dari India, Xi Jinping dari China, Recep Tayyip Erdoğan dari Turki dan banyak pemimpin nasionalis lain di seluruh dunia.

Abad Amerika Segera Tamat

Dalam narasi Tn. Trump, AS bukanlah pemimpin tatanan internasional pasca perang. Justru, ia adalah korban utama. Ide ini menggema kuat di antara banyak pemilih Amerika. Itulah kenapa tindakan pertamanya sebagai Presiden adalah menegaskannya kembali. Itulah kenapa dia akan menempuh Amerika Dulu (America First) selama empat tahun ke depan. Tn. Trump sudah memahami sesuatu yang mendalam tentang para pendukungnya dan ketakutan mereka. Janjinya untuk menguntungkan Amerika dengan menonjolkannya kepada setiap orang bukanlah alat retorika belaka.

Amerika Akan Menarik Diri Dari Dunia

Amerika sedang memasuki era kepicikan baru. Mengakhiri abad perdagangan bebas dan menyongsong abad proteksionisme. Lebih dari 60 tahun [kejayaan] militer, bantuan pembangunan, dan diplomasi akan berbalik total. Ini adalah era Presiden Donald J. Trump—era di mana Amerika akan menarik diri dari dunia dan merangkul dirinya sendiri.

Sosiolog Norwegia: Amerika Akan Runtuh Setelah Tahun 2020

Profesor Ilmu Sosial Norwegia, Johan Galtung, memprediksi Amerika Serikat akan runtuh setelah tahun 2020 mendatang, di mana Presiden AS terpilih Donald Trump akan mempercepat proses tersebut. “Saat ini Amerika Serikat telah memasuki tahap yang sangat kritis dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45,” tulis Johan dalam artikel terbitannya di surat kabar The Independent, Inggris. Johan melanjutkan, “Berkuasanya Trump di Gedung Putih akan mempercepat runtuhnya Amerika Serikat. Saya memprediksi AS tidak akan berdiri setelah tahun 2020 karena akan runtuh.”

Delapan Langkah Untuk Menghancurkan Amerika

Amerika sedang diruntuhkan dari dalam. Kepatutan politis, penyensoran, dan imigrasi ilegal sangat beracun. Desember lalu, mantan Gubernur Colorado Richard D. Lamn menyampaikan pidato luar biasa tentang delapan langkah untuk menghancurkan Amerika. Dia bilang tak ada negara yang selamat dari penghancuran zaman. Sungguh mempesona, betapa benar dan akurat langkah-langkah itu. Sedang berlangsung tepat di depan mata kita.

Laporan 16 Badan Intelijen AS: Israel Akan Hilang 10 Tahun Lagi, Semua Yahudi Kembali Diaspora

Badan intelijen Amerika melaporkan jika entitas ‘Israel‘ akan hilang dan warga Yahudi akan kembali ke negeri asal mereka sebelum mereka ke Palestina dengan jumlah sangat besar. Ada setengah juta warga Afrika di Israel akan kembali ke negeri mereka dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, demikian pula dengan satu juta warga yahudi Rusia serta jutaan lainnya dari Eropa. Mereka akan kembali ke negerinya masing-masing dan memulai kehidupan yang baru.

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.

Mengapa Kaum Kiri Harus Mendukung Revolusi Suriah

Seperti kekuatan regional dan internasional lainnya, pemerintah AS turut ambil bagian di Suriah. Ia sedang bermanuver untuk membentuk—dan akhirnya mengekang—Revolusi Suriah. Artinya AS mendukung sebagian faksi di antara pemberontak yang menurutnya paling lunak, tapi tentu tidak semua faksi. Sepanjang pembantaian yang ditimbulkan oleh rezim, AS sangat membatasi dukungannya, terutama dukungan militer.

Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

Balas Dendam Rusia – Kenapa Barat Takkan Memahami Kremlin

Pandangan Rusia terhadap barat (terutama yang diangkat untuk konsumsi publik) sama-sama mengandung cacat, dirangsang oleh teori-teori konspirasi dan kecurigaan terhadap motif dan aspirasi Amerika. Tapi setidaknya Rusia memiliki diplomat-diplomat unggul seperti Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang mengenal barat bukan dari katanya tapi karena dia mempelajarinya selama lebih dari 30 tahun.

Implikasi Geopolitik Konflik Ukraina

Pekan ini di Ukraina, salah satu kawasan inti bekas kekaisaran tersebut, keadaannya jauh lebih mendekati “dentuman”. Kamis kemarin Kiev menyaksikan kekerasan berdarah yang memakan lusinan nyawa di tengah baku tembak dan bentrokan brutal di Independence Square. Ratusan orang terluka, kebanyakan serius. Kekerasan mendekati pertempuran serupa pada hari Selasa—dan menandai dimulainya konflik berkepanjangan dan dramatis terkait masa depan negara tersebut.