Arab Saudi dan al-Qaeda Bersatu di Yaman

Terlepas dari persetujuan hangat resmi Arab Saudi terhadap kesepakatan nuklir Iran, Riyadh sangat cemas dengan implikasi geopolitik perbaikan perlahan hubungan Barat dengan Iran. Terganggu oleh ide bahwa Teheran akan semakin menegaskan pengaruh di dunia Arab dengan memberi dukungan lebih kepada kelompok-kelompok paramiliter dengan dana baru dari pembebasan sanksi, Arab Saudi sedang melenturkan otot-ototnya di Yaman. Memandang pemberontak Houthi sebagai proksi Iran yang berkomitmen mendirikan negara klien untuk Republik Islam Iran di perbatasan selatan Arab Saudi, pejabat Riyadh jelas mencium ancaman lebih besar dari Houthi ketimbang dari milisi Islamis Sunni seperti AQAP.

Mundurnya Houthi di Yaman Menunjukkan Keterbatasan Kemampuan Iran

Peristiwa Yaman yang banyak diabaikan ini mencerminkan realita persaingan Saudi-Iran, bagian dari konflik luas Sunni-Syiah yang saat ini membagi Timur Tengah menjadi dua. Kesuksesan pemulihan pemerintahan Hadi di Yaman, jika itu terjadi, akan menjadi dorongan besar bagi Saudi, yang khawatir dikelilingi oleh pasukan pro-Iran, mengingat pengaruh Iran di Irak dan Yaman.

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.