Paus Fransiskus: Perang Dunia III Telah Dimulai

Pernyataan Paus tersebut terlontar pada acara Misa di Sarajevo. Paus juga mengatakan bahwa “Suasana perang ini dikobarkan oleh orang-orang dan politisi untuk motif yang berbeda.” Beberapa dari mereka sengaja memprovokasi suasana ini, terutama mereka para aktor yang berusaha untuk mengobarkan konflik antar peradaban dan masyarakat, dan mereka inilah yang tengah bertaruh dengan memanfaatkan perang untuk menjual senjata.

Kerusuhan Muslim di Wilayah Otonomi Uighur Xinjiang

Beijing secara sistematis berusaha mengelola dan mengendalikan aktivitas keagamaan di seluruh China, demi menjaga pesatuan dan stabilitas nasional. Di Xinjiang, karena Islam pada hakikatnya tak dapat dibedakan dari identitas budaya dan nasional setempat, Beijing merasakan ancaman khusus terhadap kekuasaannya. Alhasil, masjid-masjid dan sekolah agama di Xinjiang, yang dianggap sebagai lingkungan kondusif untuk sentimen anti-rezim, secara berkala ditutup dan aktivis keagamaan ditangkap dan diganggu.

Beijing vs Islam

Sebagaimana pandangan Askar, persoalan Xinjiang menjadi fenomena perkotaan. Pengangguran dan diskriminasi adalah akar masalah. Dia melirik ke sekeliling ruangan dan memelankan suara: “Di Kashgar tahun lalu ada sekitar 6.000 lulusan SMU dan universitas. Tapi hanya 3.000 yang memperoleh pekerjaan dan sisanya menunggu.” Dia mencondong ke depan untuk menekankan: “Dan 90% pengangguran tersebut adalah Uighur. Lulusan China tak kesulitan mendapat kerja.”

Dari Jalur Sutra Hingga Chevron – Geopolitik Pipa Minyak di Asia Tengah

Minyak dan gas Asia Tengah secara historis mengalir lewat pipa Rusia. Tentu saja, dengan mempertahankan susunan ini Rusia juga akan menerima bea transit lumayan besar serta memperoleh lebih banyak minyak dan gas untuk mengamankan pengaruh luas dalam politik internasional. China mengajukan membangun pipa sepanjang sekitar 3000 km dari ladang-ladang minyak Kaspia melintasi Kazakhstan lalu ke China untuk memasok perekonomiannya yang sedang tumbuh. Iran akan memompa minyak dan gas ke selatan, ke jaringannya yang sudah ada, yang akan mendorong upayanya untuk mendapatkan kedudukan sebagai pemimpin regional di Timur Tengah. AS, yang berupaya mempertahankan kedudukannya sebagai adidaya tunggal dunia, tapi tak memiliki akses geografis langsung ke kawasan tersebut, ingin minyak dan gas mencapai pasar terbuka tanpa jatuh ke tangan Rusia, China, atau Iran.

Selamat Datang di Milenium China

China memiliki pandangan ras yang amat berbeda: 92% dari 1,4 miliar populasinya percaya bahwa diri mereka adalah satu ras, Han. Ini kontras dengan negara-negara padat populasi lainnya di dunia, semisal India, AS, Indonesia, dan Brazil, yang percaya bahwa diri mereka multiras. Sikap China utamanya merupakan produk sejarah panjangnya sebagai negara peradaban, yang menghasilkan sejarah panjang percampuran dan perpaduan ras-ras dan melahirkan rasa identitas China yang kuat.

Menghadapi Supremasi Barat

Menarik untuk dicatat bahwa adidaya-adidaya Eropa semuanya meraih keuntungan istimewa di seluruh dunia bukan lewat kerjasama damai, melainkan lewat penaklukan. Inilah barangkali mengapa prajurit, pelaut, dan pilot memainkan peran lebih besar dalam “diplomasi” Barat ketimbang diplomatnya.

China dan Akhir Westernisasi

Subtitel buku karangan Jacques menyebut “akhir dunia barat”, tapi dia tidak menyatakan barat akan kolaps atau lenyap, melainkan bahwa dunia yang didominasi barat selama beberapa abad terakhir akan berakhir – dan begitu pula klaim barat sebagai hakim modernitas. Modernitas versi saingan telah mulai muncul di China, cacat dalam beberapa hal, seperti semua komunitas manusia lainnya, tapi sejatinya berbeda dari model barat.

Pusat Kekuatan Dunia Sedang Bergeser ke Asia

“Secara keseluruhan, pusat daya tarik strategis sedang bergeser ke Asia,” kata mantan Deputi Menteri Luar Negeri AS, Richard Armitage, dalam sebuah pidato di International Leadership Conference pekan ini. Armitage menguraikan bahwa enam dari sepuluh kekuatan militer terbesar dunia, meliputi AS, berada di Asia. Lima dari sepuluh negara ber-PDB teratas berada di Asia.

Menanti Detik-detik Keruntuhan Amerika

Tak seberapa lama Amerika dapat bertahan dan akan segera menuju ke jurang kehancuran. Karena sistem kapitalisme yang menjadi dasar ideologi global telah menunjukkan kerapuhannya. Kebangkrutan Amerika ini disebabkan oleh sistem dan ideologi yang rusak dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan dirinya. Senada dengan ungkapan Prof. Michael Sabino, profesor bisnis dari St. Jonh’s University, “mereka mendapatkan tuah (akibat) dari kerakusan sendiri, yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan resiko.”