Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

Balas Dendam Rusia – Kenapa Barat Takkan Memahami Kremlin

Pandangan Rusia terhadap barat (terutama yang diangkat untuk konsumsi publik) sama-sama mengandung cacat, dirangsang oleh teori-teori konspirasi dan kecurigaan terhadap motif dan aspirasi Amerika. Tapi setidaknya Rusia memiliki diplomat-diplomat unggul seperti Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang mengenal barat bukan dari katanya tapi karena dia mempelajarinya selama lebih dari 30 tahun.

Implikasi Geopolitik Konflik Ukraina

Pekan ini di Ukraina, salah satu kawasan inti bekas kekaisaran tersebut, keadaannya jauh lebih mendekati “dentuman”. Kamis kemarin Kiev menyaksikan kekerasan berdarah yang memakan lusinan nyawa di tengah baku tembak dan bentrokan brutal di Independence Square. Ratusan orang terluka, kebanyakan serius. Kekerasan mendekati pertempuran serupa pada hari Selasa—dan menandai dimulainya konflik berkepanjangan dan dramatis terkait masa depan negara tersebut.

China dan Akhir Westernisasi

Subtitel buku karangan Jacques menyebut “akhir dunia barat”, tapi dia tidak menyatakan barat akan kolaps atau lenyap, melainkan bahwa dunia yang didominasi barat selama beberapa abad terakhir akan berakhir – dan begitu pula klaim barat sebagai hakim modernitas. Modernitas versi saingan telah mulai muncul di China, cacat dalam beberapa hal, seperti semua komunitas manusia lainnya, tapi sejatinya berbeda dari model barat.