Geopolitik Air di Timur Tengah: Fantasi dan Realita

Sebagian besar diskursus ahli dan umum tentang politik air Timur Tengah berpandangan bahwa kelangkaan air mempunyai nilai geopolitik sangat besar, tapi sering kurang diakui. Kaum pesimis dan optimis sama-sama cenderung berasumsi bahwa air memiliki, atau akan segera memiliki, implikasi geopolitik hebat. Dalam makalah ini saya berargumen sebaliknya.

Advertisements

Abad Amerika Segera Tamat

Dalam narasi Tn. Trump, AS bukanlah pemimpin tatanan internasional pasca perang. Justru, ia adalah korban utama. Ide ini menggema kuat di antara banyak pemilih Amerika. Itulah kenapa tindakan pertamanya sebagai Presiden adalah menegaskannya kembali. Itulah kenapa dia akan menempuh Amerika Dulu (America First) selama empat tahun ke depan. Tn. Trump sudah memahami sesuatu yang mendalam tentang para pendukungnya dan ketakutan mereka. Janjinya untuk menguntungkan Amerika dengan menonjolkannya kepada setiap orang bukanlah alat retorika belaka.

Menikmati Demokrasi tapi Menolak Demokrasi, Adakah Orang Munafik Seperti Itu?

Bahwa kita hidup di alam demokrasi, itu benar adanya. Tetapi apakah kita menikmati demokrasi atau tidak, itu murni pilihan hidup kita. Sebagaimana Rasulullah saw, beliau saat di Makkah hidup di alam jahiliyah, tetapi apakah Rasulullah saw menikmati jahiliyah? Apakah saat para sahabat Rasulullah saw bekerja di Makkah, bisa disebut sebagai penikmat jahiliyah? Apakah saat ada sahabat Nabi yang kaya raya, yaitu Abdur Rahman bin Auf, dapat dianggap sebagai penikmat jahiliyah?

Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

David Cameron: Kekuatan Jerman Mengancam Masa Depan Euro

“Ada langkah jangka pendek berupa penambalan untuk mencegah penularan ke seluruh Eropa, sebuah penyelesaian yang jauh lebih menentukan bagi Yunani yang masih dirundung masalah, memperkuat bank-bank Eropa. Tapi itu hanya jangka pendek. Jangka panjangnya adalah kita harus mengatasi fakta bahwa ada kekurangan daya saing antara Jerman di satu sisi dan banyak negara selatan Eropa di sisi lain. Anda tak bisa memiliki mata uang tunggal dengan keterpecahan daya saing fundamental tersebut, kecuali Anda mentransfer kekayaan secara masif dari satu wilayah Eropa ke wilayah lainnya.”

Kenyataan Pahit, UE Telah Gagal

Sulit sekali memutuskan apakah segala bukti kegembiraan London di tengah perubahan besar ini menyenangkan atau menakutkan. Di satu sisi, itu menenteramkan – kehidupan berjalan, uang berpindah tangan, ekonomi riil bertahan – budaya maju dan canggih kita tentu terlalu besar, terlalu lumrah, terlalu kuat untuk ambruk. Di sisi lain, itu menjijikkan.

Selamat Datang di Milenium China

China memiliki pandangan ras yang amat berbeda: 92% dari 1,4 miliar populasinya percaya bahwa diri mereka adalah satu ras, Han. Ini kontras dengan negara-negara padat populasi lainnya di dunia, semisal India, AS, Indonesia, dan Brazil, yang percaya bahwa diri mereka multiras. Sikap China utamanya merupakan produk sejarah panjangnya sebagai negara peradaban, yang menghasilkan sejarah panjang percampuran dan perpaduan ras-ras dan melahirkan rasa identitas China yang kuat.

China dan Akhir Westernisasi

Subtitel buku karangan Jacques menyebut “akhir dunia barat”, tapi dia tidak menyatakan barat akan kolaps atau lenyap, melainkan bahwa dunia yang didominasi barat selama beberapa abad terakhir akan berakhir – dan begitu pula klaim barat sebagai hakim modernitas. Modernitas versi saingan telah mulai muncul di China, cacat dalam beberapa hal, seperti semua komunitas manusia lainnya, tapi sejatinya berbeda dari model barat.

Pusat Kekuatan Dunia Sedang Bergeser ke Asia

“Secara keseluruhan, pusat daya tarik strategis sedang bergeser ke Asia,” kata mantan Deputi Menteri Luar Negeri AS, Richard Armitage, dalam sebuah pidato di International Leadership Conference pekan ini. Armitage menguraikan bahwa enam dari sepuluh kekuatan militer terbesar dunia, meliputi AS, berada di Asia. Lima dari sepuluh negara ber-PDB teratas berada di Asia.

Hongkong Mantap Jadi Pusat Keuangan Syariah

Pemerintah Hongkong meyakini dengan menjadi pusat keuangan syariah khususnya instrumen pasar modal dan investasi akan semakin membuat penawaran layanan keuangan Hongkong semakin beragam. Hongkong adalah pusat keuangan terbesar ketiga di dunia setelah New York dan London. Saat ini Hongkong pun melihat dirinya sebagai pintu masuk keuangan syariah bagi China daratan, Taiwan, Korea, Vietnam, Laos, dan Kamboja. Gubernur Bank Negara Malaysia, Tan Sri Dr Zeti Akhtar Aziz, pun menyambut baik kerjasama dengan Hongkong.

APBN Khilafah

Bagaimana dengan konsep penyusunan APBN di negara Khilafah? Tentu prinsip dasar dan kaidah-kaidah penyusunan sangat berbeda dengan prinsip penyusunan APBN dalam ekonomi konvensional. Perbedaan prinsip yang paling mendasar antara APBN konvensional dan APBN Khilafah adalah menyangkut sumber-sumber utama pendapatannya maupun alokasi pembelanjaannya. Sumber-sumber penerimaaan negara Khilafah, yang lebih dikenal denagan sebutan Kas Baitul Mal, sama sekali tidak mengandalkan dari sektor pajak. Bahkan negara sedapat mungkin tidak memungut pajak dari rakyatnya.

Krisis Utang AS

Tingkat kehidupan dan gaya hidup yang telah demikian majunya di AS yang selama ini ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menyebabkan program penghematan melalui penurunan tingkat kehidupan dan gaya hidup sulit dilakukan. Pengurangan pengeluaran pemerintah secara rata-rata tahunan hanya turun 0,2 triliun dolar dari pengeluaran tahunan yang mencapai 3,7 triliun dolar AS. Ditambah lagi dengan keperluan untuk membiayai perang yang berkesinambungan di Timur Tengah dan Afghanistan.