Mengapa Mereka Benci Rusia

Berurusan dengan negara eksotis seperti Rusia, yang terpisah dari Barat berdasarkan geografi uniknya, sejarahnya, agamanya, dan sistem politiknya, Barat memegang sikap munafik dan tidak demokratis yang sudah terinternalisasi, yang diisyaratkan oleh peribahasa “quod licet Iovi, non licet bovi” (yang dibolehkan untuk Yupiter, tidak dibolehkan untuk lembu). Lebih jauh, sebagai pendatang terakhir di peradaban Barat, orang-orang Rusia sendiri sepertinya menerima sikap tak sehat ini tanpa menegurnya.

Advertisements

Rusiafobia dan Islamofilia

Rusia tak berilusi soal Muslim militan. Bahkan, Anda bisa buktikan bahwa Putin membangun kembali Gereja Ortodoks Rusia sebagai rintangan ideologis bagi penyebaran racun Islam di Rusia. Andai saja Eropa atau Amerika mendukung Yudaisme dan Kristen dengan keyakinan tanpa sesal seperti ini.

Kolonialisme Baru – Pentagon Memotong-motong Afrika Menjadi Zona-zona Militer

AS telah mengurus pangkalan militernya di Djibouti, Kamp Lemonnier, sejak 2003, mendirikan fasilitas pengawasan angkatan laut di Seychelles musim gugur lalu, dan memiliki akses ke barak-barak pangkalan dan forward site di Kenya, Ethiopia, Maroko, Mali, Rwanda, dan negara-negara lain di seantero benua itu.

Kebangkitan Islam dan Negara-negara Kawasan

Bahkan, gerakan kebangkitan Islam tidak bisa hanya dihubungkan dengan pemikiran para pionir aktivis yang terorganisir an sich, melainkan harus pula melihat kecenderungan-kecenderungan pemikiran yang lain. Fenomena sosial yang luas dan kesadaran membaja untuk memisahkan diri dari gaya hidup Eropa dan kembali ke pangkuan Islam telah mendorong umat untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam realitas kehidupan.

Dari Baghdad Sampai Bishkek, Waktu Kekhalifahan Telah Tiba

Muslim mendasarkan identitasnya pertama-tama dan terutama kepada Islam, dan, Islam sebagai agama universal, mereka tentu saja akan mengatasi nasionalisme kafir dan bekerjasama untuk merealisasikan negara ideal, berbasis program Al-Qur’an yang rinci dan luar biasa ketat. Konsep dasar nasionalisme adalah konsep barat dan menjadi kekuatan politik utama baru-baru ini saja, dengan kemenangan kapitalisme dan kenaikan sekulerisme di abad 19. Ia mencapai bentuk paling jahatnya di Nazi Jerman dan hari ini di Israel. Ia harus dibuang demi kesatuan semua Muslim, menolak rezim-rezim nasionalis yang disponsori oleh imperialisme – dahulu Inggris dan kini Amerika – untuk membuat Muslim tetap terpecah.

Perang Dunia III Sudah Dimulai

“Dengan kata lain, perang ini akan berkecamuk untuk menentukan basis spiritual tatanan dunia baru. Apakah akan berbasis individualisme, keegoisan, dan penindasan, atau [berbasis] komunitas, memiliki kepentingan bersama untuk bertahan dan berkembang dan saling mendukung. Inilah perbedaan utama antara perang mendatang dan perang terdahulu yang digenderangkan untuk membagi-bagi perekonomian.”