Kebungkaman Umat Hindu dan Kenaikan Negara Hindu

Di Goa yang sejuk-segar, dari 14 s/d 15 Juni, 150 organisasi Hindu (saya tidak tahu ada sebanyak itu, tapi begitulah klaim mereka) akan bertemu untuk membahas bagaimana cita-cita bersama mereka dapat dicapai—menciptakan rashtra Hindu, negara Hindu, pada 2023. Artinya enam tahun lagi.

Advertisements

Kemunculan Peradaban di Lembah Indus dan Kenaikan Hinduisme dan Buddhisme

Koeksistensi damai antara beranekaragam kelompok etnis, agama, dan bahasa telah menjadi ciri khas budaya-budaya Asia Selatan secara historis. Atas alasan ini, banyak pihak menyebut kawasan tersebut sebagai “mangkok salad” budaya: gado-gado suku, keyakinan, dan perilaku yang berlainan.

Brexit – Kenapa UE Sedang Runtuh Tapi India “Hindu” Tetap Utuh?

Kenapa UE gagal bukan kepalang? Negara-negara UE jauh lebih maju secara ekonomi dibanding India. Terdapat undang-undang lebih luas yang melindungi buruh, orang sakit, orang cacat, tunawisma, dan orang rentan. Mobilitas sosial lebih tinggi. Manusia dan barang bergerak bebas. Kawasannya menarik untuk investasi. Tapi seluruh proyek ini sedang menjadi pertunjukan anomali selingan. Sementara India terus maju.

Air Milik Siapa: China dan India Terlibat Perang Air

Lapisan es yang luas dan limpasan muson menjadikan dataran tinggi Tibet salah satu sumber air segar terbesar di planet yang semakin haus ini. Ia memasok air kepada 1,3 miliar orang untuk irigasi dan minum, dan menawarkan prospek tenaga air tiada tara. Tapi siapa pemilik air ini? Karena China bermaksud mengklaim arus-arus besar yang muncul dari menara air Asia ini, bagaimana dengan hak para tetangganya di hilir?

Di Bawah Presiden Trump, Kita Akan Memasuki Abad Konfrontasi Global

Kedatangan Donald Trump di Gedung Putih mencerminkan fenomena lebih luas: era baru nasionalisme. Dia bergabung dengan Vladimir Putin dari Rusia, Narendra Modi dari India, Xi Jinping dari China, Recep Tayyip Erdoğan dari Turki dan banyak pemimpin nasionalis lain di seluruh dunia.

Geopolitik Jihad: Gerakan Militan di Asia Selatan-Tengah dan Keamanan Regional

Retakan geopolitik dalam yang telah menjadi pendorong konlik di Asia Selatan-Tengah masih membentuk dinamika organisasi militan. Ini tak hanya membentuk kemampuan operasional kelompok militan, jaringan mereka, serta apa dan siapa yang mereka pilih untuk diperangi, tapi juga kemungkinan besar memperlunak respon negara-negara di kawasan terhadap ancaman yang ditimbulkan organisasi-organisasi tersebut.

Afghanistan – Patahan Geopolitik

Apakah Afghanistan bagian dari Timur Tengah, sebagaimana dinyatakan oleh sistem klasifikasi Digital Library kami, atau mestikah kita menaruhnya di Asia Selatan atau bahkan Asia Tengah? Well, menurut pakar Afghanistan, Kristian Berg Harpviken, direktur Peace Research Institute Oslo (PRIO), jawabannya “bukan ketiganya”.