Menikmati Demokrasi tapi Menolak Demokrasi, Adakah Orang Munafik Seperti Itu?

Bahwa kita hidup di alam demokrasi, itu benar adanya. Tetapi apakah kita menikmati demokrasi atau tidak, itu murni pilihan hidup kita. Sebagaimana Rasulullah saw, beliau saat di Makkah hidup di alam jahiliyah, tetapi apakah Rasulullah saw menikmati jahiliyah? Apakah saat para sahabat Rasulullah saw bekerja di Makkah, bisa disebut sebagai penikmat jahiliyah? Apakah saat ada sahabat Nabi yang kaya raya, yaitu Abdur Rahman bin Auf, dapat dianggap sebagai penikmat jahiliyah?

Advertisements

Kapitalisme di Ujung Tanduk, Khilafah di Depan Mata

Kapitalisme telah kehilangan moral untuk menyatakan dirinya sebagai ideologi yang benar dan mampu mengangkat kesejahteraan manusia. Sebab ditinjau dari aspek manapun Kapitalisme merupakan ideologi yang bangkrut. Baik dilihat dari sisi asas sekularisme yang menenggelamkan fitrah manusia untuk beragama dan beribadah dengan benar kepada Allah SWT, maupun dari aspek kekinian. Aspek kekinian sudah menggambarkan negara pimpinan Kapitalisme sudah berada dalam proses kebangkrutan. Sedangkan aspek kemanusiaan secara global menunjukkan betapa jahatnya ideologi ini terhadap umat manusia.

Kembalinya Kekhalifahan

“Tapi kekhalifahan juga dijunjung tinggi oleh banyak Muslim biasa. Bagi sebagian besar, kebangkitannya bukanlah urusan urgen. Poling pendapat publik menunjukkan isu-isu dekat seperti konflik Israel-Palestina dan diskriminasi sebagai isu yang lebih mendesak. Tapi Muslim menganggap diri mereka sebagai bagian dari ummat, atau masyarakat mu’min, yang merupakan jantung Islam. Dan sebagai kepala duniawi masyarakat tersebut, khalifah dihargai sebagai kenangan dan cita-cita, demikian menurut beberapa wawancara.