Di Bawah Presiden Trump, Kita Akan Memasuki Abad Konfrontasi Global

Kedatangan Donald Trump di Gedung Putih mencerminkan fenomena lebih luas: era baru nasionalisme. Dia bergabung dengan Vladimir Putin dari Rusia, Narendra Modi dari India, Xi Jinping dari China, Recep Tayyip Erdoğan dari Turki dan banyak pemimpin nasionalis lain di seluruh dunia.

Afghanistan – Patahan Geopolitik

Apakah Afghanistan bagian dari Timur Tengah, sebagaimana dinyatakan oleh sistem klasifikasi Digital Library kami, atau mestikah kita menaruhnya di Asia Selatan atau bahkan Asia Tengah? Well, menurut pakar Afghanistan, Kristian Berg Harpviken, direktur Peace Research Institute Oslo (PRIO), jawabannya “bukan ketiganya”.

David Cameron: Kekuatan Jerman Mengancam Masa Depan Euro

“Ada langkah jangka pendek berupa penambalan untuk mencegah penularan ke seluruh Eropa, sebuah penyelesaian yang jauh lebih menentukan bagi Yunani yang masih dirundung masalah, memperkuat bank-bank Eropa. Tapi itu hanya jangka pendek. Jangka panjangnya adalah kita harus mengatasi fakta bahwa ada kekurangan daya saing antara Jerman di satu sisi dan banyak negara selatan Eropa di sisi lain. Anda tak bisa memiliki mata uang tunggal dengan keterpecahan daya saing fundamental tersebut, kecuali Anda mentransfer kekayaan secara masif dari satu wilayah Eropa ke wilayah lainnya.”

Menanti Detik-detik Keruntuhan Amerika

Tak seberapa lama Amerika dapat bertahan dan akan segera menuju ke jurang kehancuran. Karena sistem kapitalisme yang menjadi dasar ideologi global telah menunjukkan kerapuhannya. Kebangkrutan Amerika ini disebabkan oleh sistem dan ideologi yang rusak dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan dirinya. Senada dengan ungkapan Prof. Michael Sabino, profesor bisnis dari St. Jonh’s University, “mereka mendapatkan tuah (akibat) dari kerakusan sendiri, yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan resiko.”

Eropa 2050 – Benua Islam Terbesar di Dunia

Entah ini sesuatu yang dilebih-lebihkan ataukah memang sebuah perkiraan belaka. Bisa juga sebuah kabar bagus. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah upaya untuk “menyadarkan” orang-orang di seluruh Eropa akan keberadaan umat Islam di benua mereka agar bisa mengantisipasinya dan menyebarkan Islamofobia. Tapi hampir semua pihak mengeluarkan pernyataan yang sama. Baik gereja, pemimpin dunia, media, dan bahkan para analisis, bahwa pada tahun 2050, Eropa akan menjadi benua umat Muslim. Benarkah?

Dari Baghdad Sampai Bishkek, Waktu Kekhalifahan Telah Tiba

Muslim mendasarkan identitasnya pertama-tama dan terutama kepada Islam, dan, Islam sebagai agama universal, mereka tentu saja akan mengatasi nasionalisme kafir dan bekerjasama untuk merealisasikan negara ideal, berbasis program Al-Qur’an yang rinci dan luar biasa ketat. Konsep dasar nasionalisme adalah konsep barat dan menjadi kekuatan politik utama baru-baru ini saja, dengan kemenangan kapitalisme dan kenaikan sekulerisme di abad 19. Ia mencapai bentuk paling jahatnya di Nazi Jerman dan hari ini di Israel. Ia harus dibuang demi kesatuan semua Muslim, menolak rezim-rezim nasionalis yang disponsori oleh imperialisme – dahulu Inggris dan kini Amerika – untuk membuat Muslim tetap terpecah.