Arab Saudi dan al-Qaeda Bersatu di Yaman

Terlepas dari persetujuan hangat resmi Arab Saudi terhadap kesepakatan nuklir Iran, Riyadh sangat cemas dengan implikasi geopolitik perbaikan perlahan hubungan Barat dengan Iran. Terganggu oleh ide bahwa Teheran akan semakin menegaskan pengaruh di dunia Arab dengan memberi dukungan lebih kepada kelompok-kelompok paramiliter dengan dana baru dari pembebasan sanksi, Arab Saudi sedang melenturkan otot-ototnya di Yaman. Memandang pemberontak Houthi sebagai proksi Iran yang berkomitmen mendirikan negara klien untuk Republik Islam Iran di perbatasan selatan Arab Saudi, pejabat Riyadh jelas mencium ancaman lebih besar dari Houthi ketimbang dari milisi Islamis Sunni seperti AQAP.

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.

Mengapa Kaum Kiri Harus Mendukung Revolusi Suriah

Seperti kekuatan regional dan internasional lainnya, pemerintah AS turut ambil bagian di Suriah. Ia sedang bermanuver untuk membentuk—dan akhirnya mengekang—Revolusi Suriah. Artinya AS mendukung sebagian faksi di antara pemberontak yang menurutnya paling lunak, tapi tentu tidak semua faksi. Sepanjang pembantaian yang ditimbulkan oleh rezim, AS sangat membatasi dukungannya, terutama dukungan militer.

Geopolitik Jihad: Gerakan Militan di Asia Selatan-Tengah dan Keamanan Regional

Retakan geopolitik dalam yang telah menjadi pendorong konlik di Asia Selatan-Tengah masih membentuk dinamika organisasi militan. Ini tak hanya membentuk kemampuan operasional kelompok militan, jaringan mereka, serta apa dan siapa yang mereka pilih untuk diperangi, tapi juga kemungkinan besar memperlunak respon negara-negara di kawasan terhadap ancaman yang ditimbulkan organisasi-organisasi tersebut.

Dari Jalur Sutra Hingga Chevron – Geopolitik Pipa Minyak di Asia Tengah

Minyak dan gas Asia Tengah secara historis mengalir lewat pipa Rusia. Tentu saja, dengan mempertahankan susunan ini Rusia juga akan menerima bea transit lumayan besar serta memperoleh lebih banyak minyak dan gas untuk mengamankan pengaruh luas dalam politik internasional. China mengajukan membangun pipa sepanjang sekitar 3000 km dari ladang-ladang minyak Kaspia melintasi Kazakhstan lalu ke China untuk memasok perekonomiannya yang sedang tumbuh. Iran akan memompa minyak dan gas ke selatan, ke jaringannya yang sudah ada, yang akan mendorong upayanya untuk mendapatkan kedudukan sebagai pemimpin regional di Timur Tengah. AS, yang berupaya mempertahankan kedudukannya sebagai adidaya tunggal dunia, tapi tak memiliki akses geografis langsung ke kawasan tersebut, ingin minyak dan gas mencapai pasar terbuka tanpa jatuh ke tangan Rusia, China, atau Iran.