Menikmati Demokrasi tapi Menolak Demokrasi, Adakah Orang Munafik Seperti Itu?

Bahwa kita hidup di alam demokrasi, itu benar adanya. Tetapi apakah kita menikmati demokrasi atau tidak, itu murni pilihan hidup kita. Sebagaimana Rasulullah saw, beliau saat di Makkah hidup di alam jahiliyah, tetapi apakah Rasulullah saw menikmati jahiliyah? Apakah saat para sahabat Rasulullah saw bekerja di Makkah, bisa disebut sebagai penikmat jahiliyah? Apakah saat ada sahabat Nabi yang kaya raya, yaitu Abdur Rahman bin Auf, dapat dianggap sebagai penikmat jahiliyah?

APBN Khilafah

Bagaimana dengan konsep penyusunan APBN di negara Khilafah? Tentu prinsip dasar dan kaidah-kaidah penyusunan sangat berbeda dengan prinsip penyusunan APBN dalam ekonomi konvensional. Perbedaan prinsip yang paling mendasar antara APBN konvensional dan APBN Khilafah adalah menyangkut sumber-sumber utama pendapatannya maupun alokasi pembelanjaannya. Sumber-sumber penerimaaan negara Khilafah, yang lebih dikenal denagan sebutan Kas Baitul Mal, sama sekali tidak mengandalkan dari sektor pajak. Bahkan negara sedapat mungkin tidak memungut pajak dari rakyatnya.

Kapitalisme di Ujung Tanduk, Khilafah di Depan Mata

Kapitalisme telah kehilangan moral untuk menyatakan dirinya sebagai ideologi yang benar dan mampu mengangkat kesejahteraan manusia. Sebab ditinjau dari aspek manapun Kapitalisme merupakan ideologi yang bangkrut. Baik dilihat dari sisi asas sekularisme yang menenggelamkan fitrah manusia untuk beragama dan beribadah dengan benar kepada Allah SWT, maupun dari aspek kekinian. Aspek kekinian sudah menggambarkan negara pimpinan Kapitalisme sudah berada dalam proses kebangkrutan. Sedangkan aspek kemanusiaan secara global menunjukkan betapa jahatnya ideologi ini terhadap umat manusia.

Menanti Detik-detik Keruntuhan Amerika

Tak seberapa lama Amerika dapat bertahan dan akan segera menuju ke jurang kehancuran. Karena sistem kapitalisme yang menjadi dasar ideologi global telah menunjukkan kerapuhannya. Kebangkrutan Amerika ini disebabkan oleh sistem dan ideologi yang rusak dan bathil. Semua yang rusak dan bathil itu, pasti akan menghancurkan dirinya. Senada dengan ungkapan Prof. Michael Sabino, profesor bisnis dari St. Jonh’s University, “mereka mendapatkan tuah (akibat) dari kerakusan sendiri, yang sangat berlebihan dalam mencari untung, tanpa mempertimbangkan resiko.”

Akhir Peradaban Barat

Sekulerisme sebagai fondasi peradaban Barat telah melahirkan sistem yang cacat. Sistem demokrasi liberal dengan konsep trias politikanya telah gagal menjadi sistem yang ideal bagi umat manusia. Doktrin trias politika yang digagas Montesquieu dalam Spirit of Law, telah menjadikan sistem demokrasi membentuk rezim otoritarian baru, yakni pemilik modal. Para pemilik modal telah menguasai ketiga lembaga negara demokrasi (eksekutif, legislatif, yudikatif). Fungsi ketiganya telah lumpuh akibat kekuasaan para pemilik modal, hingga lahirlah negara korporasi.

Dari Baghdad Sampai Bishkek, Waktu Kekhalifahan Telah Tiba

Muslim mendasarkan identitasnya pertama-tama dan terutama kepada Islam, dan, Islam sebagai agama universal, mereka tentu saja akan mengatasi nasionalisme kafir dan bekerjasama untuk merealisasikan negara ideal, berbasis program Al-Qur’an yang rinci dan luar biasa ketat. Konsep dasar nasionalisme adalah konsep barat dan menjadi kekuatan politik utama baru-baru ini saja, dengan kemenangan kapitalisme dan kenaikan sekulerisme di abad 19. Ia mencapai bentuk paling jahatnya di Nazi Jerman dan hari ini di Israel. Ia harus dibuang demi kesatuan semua Muslim, menolak rezim-rezim nasionalis yang disponsori oleh imperialisme – dahulu Inggris dan kini Amerika – untuk membuat Muslim tetap terpecah.

Kekhalifahan – Tantangan Islam Terhadap Tatanan Global?

Keyakinan terhadap Islam sebagai sumber komprehensif untuk mengatur individu, negara, dan masyarakat, bersama dengan pergerakan imigrasi, ide, dan informasi global telah memungkinkan dunia Islam untuk mengatasi inferioritas intelektual, teknologi, dan politiknya di hadapan peradaban Barat. Kekayaan tambang, strategi, sumber daya intelektual dan manusia yang eksis di luasnya wilayah dunia Islam menyediakan keyakinan intelektual terhadap kemampuan Kekhalifahan untuk menantang dan mengatasi keunggulan militer dan teknologi Barat.