Abad Amerika Segera Tamat

Dalam narasi Tn. Trump, AS bukanlah pemimpin tatanan internasional pasca perang. Justru, ia adalah korban utama. Ide ini menggema kuat di antara banyak pemilih Amerika. Itulah kenapa tindakan pertamanya sebagai Presiden adalah menegaskannya kembali. Itulah kenapa dia akan menempuh Amerika Dulu (America First) selama empat tahun ke depan. Tn. Trump sudah memahami sesuatu yang mendalam tentang para pendukungnya dan ketakutan mereka. Janjinya untuk menguntungkan Amerika dengan menonjolkannya kepada setiap orang bukanlah alat retorika belaka.

Amerika Akan Menarik Diri Dari Dunia

Amerika sedang memasuki era kepicikan baru. Mengakhiri abad perdagangan bebas dan menyongsong abad proteksionisme. Lebih dari 60 tahun [kejayaan] militer, bantuan pembangunan, dan diplomasi akan berbalik total. Ini adalah era Presiden Donald J. Trump—era di mana Amerika akan menarik diri dari dunia dan merangkul dirinya sendiri.

Delapan Langkah Untuk Menghancurkan Amerika

Amerika sedang diruntuhkan dari dalam. Kepatutan politis, penyensoran, dan imigrasi ilegal sangat beracun. Desember lalu, mantan Gubernur Colorado Richard D. Lamn menyampaikan pidato luar biasa tentang delapan langkah untuk menghancurkan Amerika. Dia bilang tak ada negara yang selamat dari penghancuran zaman. Sungguh mempesona, betapa benar dan akurat langkah-langkah itu. Sedang berlangsung tepat di depan mata kita.

Cara Menghancurkan Amerika Dari Dalam

Ini memperkuat pesan-pesan yang didapat kawula muda Amerika, yang sangat rewel dengan kepopuleran, dari sekolah-sekolah mereka. Sekali mengendalikan Hollywood, musik, dan sekolah, Anda mendapat jalur langsung menuju otak generasi muda Amerika yang suatu hari nanti menjalankan negeri ini. Jadi, apa yang Anda ajarkan pada mereka?

Menikmati Demokrasi tapi Menolak Demokrasi, Adakah Orang Munafik Seperti Itu?

Bahwa kita hidup di alam demokrasi, itu benar adanya. Tetapi apakah kita menikmati demokrasi atau tidak, itu murni pilihan hidup kita. Sebagaimana Rasulullah saw, beliau saat di Makkah hidup di alam jahiliyah, tetapi apakah Rasulullah saw menikmati jahiliyah? Apakah saat para sahabat Rasulullah saw bekerja di Makkah, bisa disebut sebagai penikmat jahiliyah? Apakah saat ada sahabat Nabi yang kaya raya, yaitu Abdur Rahman bin Auf, dapat dianggap sebagai penikmat jahiliyah?