Geopolitik Air di Timur Tengah: Fantasi dan Realita

Sebagian besar diskursus ahli dan umum tentang politik air Timur Tengah berpandangan bahwa kelangkaan air mempunyai nilai geopolitik sangat besar, tapi sering kurang diakui. Kaum pesimis dan optimis sama-sama cenderung berasumsi bahwa air memiliki, atau akan segera memiliki, implikasi geopolitik hebat. Dalam makalah ini saya berargumen sebaliknya.

Advertisements

Laporan 16 Badan Intelijen AS: Israel Akan Hilang 10 Tahun Lagi, Semua Yahudi Kembali Diaspora

Badan intelijen Amerika melaporkan jika entitas ‘Israel‘ akan hilang dan warga Yahudi akan kembali ke negeri asal mereka sebelum mereka ke Palestina dengan jumlah sangat besar. Ada setengah juta warga Afrika di Israel akan kembali ke negeri mereka dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, demikian pula dengan satu juta warga yahudi Rusia serta jutaan lainnya dari Eropa. Mereka akan kembali ke negerinya masing-masing dan memulai kehidupan yang baru.

Tolong Suriah Sekarang, Esok Mungkin Terlambat

Orang-orang berjuang di sini dengan perlawanan penuh karena mereka sadar pembantaian besar menanti mereka jika rezim berhasil meraih kembali kendali wilayah. Mereka yang tidak terbunuh akan ditahan dan disiksa secara biadab. Pilihannya adalah mati dengan melawan rezim agresi rezim fasis atau tewas oleh rezim ini dengan cara terburuk. Orang-orang merinding ketakutan, dan saya sendiri merinding, bila membayangkan rezim ini memerintah kami lagi.

Mengapa Kaum Kiri Harus Mendukung Revolusi Suriah

Seperti kekuatan regional dan internasional lainnya, pemerintah AS turut ambil bagian di Suriah. Ia sedang bermanuver untuk membentuk—dan akhirnya mengekang—Revolusi Suriah. Artinya AS mendukung sebagian faksi di antara pemberontak yang menurutnya paling lunak, tapi tentu tidak semua faksi. Sepanjang pembantaian yang ditimbulkan oleh rezim, AS sangat membatasi dukungannya, terutama dukungan militer.

Pernah Ada Peradaban

Di kala bangsa-bangsa lain khawatir dengan ide, peradaban ini justru tumbuh subur di atasnya, dan mempertahankannya. Di kala sensor mengancam menyapu bersih pengetahuan dari peradaban-peradaban masa lampau, peradaban ini justru melestarikannya, dan mewariskannya kepada yang lain.

Mantan Pejabat CIA: Khilafah Pasti Tegak Kembali

Pada 29/2/2012 beberapa situs mempublikasikan pernyataan seorang mantan pejabat CIA, Robert Baer, bahwa “Teorinya tentang dominasi Syiah Iran di Timur Tengah benar-benar telah runtuh. Sekarang, kami hidup era revolusi rakyat Sunni. Dan tanda-tanda munculnya Khilafah Islam telah kembali. Mesir, Tunisia, Yordania, Libya dan Suriah merupakan negara-negara Sunni, dan akan mengadopsi contoh Turki dalam pemerintahan (Khilafah Utsmani). Sedang pemerintahan (Turki sekarang) ini tidak ada hubungannya dengan pemerintahan Islam.”

Siklus Peradaban Bangsa

Ibnu Khaldun mendeskripsikan bahwa timbulnya negara adalah rasionalisasi dari eksistensi manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk politik. Bagi dia adanya negara merupakan konsekuensi logis dari status sosial dan politik. Ibnu Khaldun mengilustrasikan dengan cara pandang sederhana, tapi logis. Sebagai misal, ketika kita memakan roti, deretan rasionalisasi akan memanjang. Karena roti terbuat dari gandum, kita akan membutuhkan kepada petani yang menanam gandum itu sendiri.

Kembalinya Kekhalifahan

“Tapi kekhalifahan juga dijunjung tinggi oleh banyak Muslim biasa. Bagi sebagian besar, kebangkitannya bukanlah urusan urgen. Poling pendapat publik menunjukkan isu-isu dekat seperti konflik Israel-Palestina dan diskriminasi sebagai isu yang lebih mendesak. Tapi Muslim menganggap diri mereka sebagai bagian dari ummat, atau masyarakat mu’min, yang merupakan jantung Islam. Dan sebagai kepala duniawi masyarakat tersebut, khalifah dihargai sebagai kenangan dan cita-cita, demikian menurut beberapa wawancara.

Gerakan Islam Secara Diam-diam Untuk Merestorasi Kekhalifahan

Adalah fakta sejarah pula bahwa kekhalifahan telah melangkah jauh lebih baik dalam mempertahankan kesatuan Islam dibanding kepemimpinan Muslim tipe manapun selama 1.000 tahun terakhir. Sulit sekali menyangkal kekhalifahan yang berlangsung 500 tahun. Kunci pengaruh luas kekhalifahan terletak pada kekuasaan terdesentralisasi, memungkinkan semua Muslim, tak peduli ras atau kebangsaannya, untuk ikut berperan.

Dari Baghdad Sampai Bishkek, Waktu Kekhalifahan Telah Tiba

Muslim mendasarkan identitasnya pertama-tama dan terutama kepada Islam, dan, Islam sebagai agama universal, mereka tentu saja akan mengatasi nasionalisme kafir dan bekerjasama untuk merealisasikan negara ideal, berbasis program Al-Qur’an yang rinci dan luar biasa ketat. Konsep dasar nasionalisme adalah konsep barat dan menjadi kekuatan politik utama baru-baru ini saja, dengan kemenangan kapitalisme dan kenaikan sekulerisme di abad 19. Ia mencapai bentuk paling jahatnya di Nazi Jerman dan hari ini di Israel. Ia harus dibuang demi kesatuan semua Muslim, menolak rezim-rezim nasionalis yang disponsori oleh imperialisme – dahulu Inggris dan kini Amerika – untuk membuat Muslim tetap terpecah.